Generation gap inilah yang membuat orangtua tidak begitu memahami profesi pekerjaan yang berkembang saat ini karena di masanya profesi tersebut tidak ada atau merupakan profesi baru.Â
Profesi pekerjaan saat ini memang semakin banyak, bukan lagi melulu hanya guru, polisi, dokter, perawat, dan PNS.Â
Seiring dengan kebutuhan industri dan kemajuan teknologi, profesi sekarang memang semakin beragam dan rasanya dominan bahasa Inggris.Â
Misalnya saja seperti sekarang ada profesi namanya UI dan UX, digital marketer, government relations, content writer, copywriter, freelancer, dan social media specialist.Â
Profesi-profesi ini terasa masih asing buat orangtua, terutama untuk orangtua generasi Baby Boomer dan Generasi X.
Lalu bagaimana cara menjelaskan profesi-profesi pekerjaan saat ini yang berbau teknologi kepada orangtua? Ini pengalaman saya yang bisa kalian terapkan.
1. Sebut skill dasarnya dan pakai bahasa Indonesia sederhana
Saat orangtua bertanya tentang profesi tertentu cobalah jelaskan dengan menyebutkan skill dasarnya dan pakailah bahasa Indonesia agar mudah dimengerti.Â
Misalnya saja content creator, coba kalian sebut kalau pekerjaannya "membuat konten atau karya berupa foto atau video yang bikin orang tertarik".Â
Content Writer, coba kalian sebut kalau pekerjaannya "menulis konten tentang sesuatu yang buat orang tertarik membaca". Ini bakal jadi repot kalau ada orangtua tanya perbedaan content writer dan copywriter....
Begitupun juga dengan profesi lainnya, cobalah lakukan hal yang sama dan jangan lupa pakai bahasa Indonesia.
Bila kalian sendiri bingung jelasin pekerjaannya gimana atau cara pertama gagal buat orangtua paham. Kalian bisa ketik profesi kalian di Google.