Mahasiswa KKN Kolaborasi kelompok 155 Desa Kaliloka dengan semangat dan tekad tinggi mengadakan kegiatan konseling remaja di SMP Muhammadiyah 2 Sirampog. Dengan tema "Membangun Karakter Positif: Konseling untuk Mencegah Kenakalan Remaja," program ini bertujuan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh remaja, termasuk aspek emosional, akademik, sosial, dan spiritual. Selain itu, program ini juga mendorong perkembangan kemandirian psikologis pada siswa.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan dari KKN Kolaborasi kelompok 155 Desa Kaliloka. Fokus utama adalah siswa SMP Muhammadiyah 2 Sirampog, khususnya kelas 9A dan 9B. Kegiatan berlangsung selama dua hari, dimulai dari hari Rabu (24/07/2024) hingga Kamis (25/07/2024). Acara diawali dengan seminar, pengisian asesmen, dan dilanjutkan dengan sesi konseling kelompok yang didampingi oleh mahasiswa KKN Kolaborasi Kelompok 155.
Seminar pembukaan konseling remaja melibatkan narasumber dari anggota kelompok KKN Kolaborasi 155 Desa Kaliloka.
Berikut adalah dua narasumber yang memberikan materi:
- Lutfiya Amalina (mahasiswa dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto):
Materi: Apa itu kenakalan remaja dan faktor-faktor yang mempengaruhi.
Lutfiya mengajak siswa untuk memahami akar permasalahan dan mencari solusi bersama.
- Atikah Khairunnisa (mahasiswa dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung):
Materi: Pencegahan terhadap kenakalan remaja.
Atikah memberikan wawasan tentang bagaimana mencegah perilaku negatif pada remaja.
Kegiatan konseling remaja mendapat respon positif dari pihak sekolah dan siswa SMP Muhammadiyah 2 Sirampog. Meskipun tujuan utama belum sepenuhnya tercapai karena keterbatasan waktu, namun kegiatan ini memberikan gambaran penting. Terjalinnya kedekatan antara mahasiswa KKN Kolaborasi kelompok 155 dan siswa menjadi kunci sukses dalam konseling kelompok.Dari hasil pengisian asesmen, mayoritas siswa menghadapi permasalahan terkait minat belajar dan kesadaran diri dalam beribadah. Beberapa alasan tingkat religiusitas yang rendah termasuk kesibukan bermain, kurangnya pemahaman tentang pentingnya ibadah, dan kurangnya kesadaran bahwa ibadah memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta. Dukungan dari sekolah dan pendekatan emosional seperti sesi curhat bersama guru dapat membantu mengatasi masalah ini.
Permasalahan remaja memerlukan perhatian lebih dari berbagai pihak, termasuk edukasi, keteladanan, dan pembiasaan baik. Semua ini berkontribusi pada pembentukan karakter positif dan cita-cita bangsa Indonesia. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mendukung generasi muda agar tumbuh menjadi individu yang berdaya dan berakhlak mulia.
Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif dan menginspirasi langkah-langkah lebih lanjut dalam membangun karakter positif pada remaja.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H