Tapi setidaknya, pengaplikasian pada film masih cukup baik. Seperti halnya bahasa yang digunakan mayoritas adalah Jawa, latar tempat, unsur kepercayaan, kostum, hingga beberapa hal lain yang menurut saya memang mempresentasikan judulnya sebagai Kisah Tanah Jawa.
Unsur kebudayaan Jawa yang jadi sorotan utama pun bisa mengalir apa adanya tanpa pemaksaan. Semua berjalan natural mulai dari akting pemain hingga latar yang dijadikan tempat utama.
JUMPSCARE EPIK DENGAN ALUR LAMBAT
Saya akui bahwa film Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul ini punya keunggulan di jumpscare. Orang yang jarang ketakutan seperti saya pun pada akhirnya ikut teriak juga karena kejutan hantunya benar-benar tanpa diduga serta diiringi oleh backsound bersuara tinggi yang menambah sensasi ketakutan.
Sosok Pocong Gundul yang semula hanya samar saja pun menjadi nilai tambah karena punya riasan sempurna dan menggambarkan sebagai sosok makhluk halus yang menyeramkan.
Yang saya suka selanjutnya adalah adanya unsur gore dan berdarah-darah yang tidak jadi sorotan utama, tapi ketika muncul justru terasa asik seperti ngeri-ngeri sedap.
Meski begitu, menurut saya hal ini masih belum mengimbangi soal alur cerita yang sedikit monoton dan dalam beberapa scene justru jadi terasa bosan. Banyak sekali bagian yang setidaknya bisa sedikit diringkas untuk menghemat durasi, atau kalau perlu ditambah scene lain yang lebih memiliki ketrkaitan cerita.
Sementara itu pada bagian 30 menit terakhir menjadi bagian favorit saya karena di sinilah Hao akan langsung berhadapan dengan Pocong Gundul dan melakukan retrokognisi dengan kembali jauh ke masa lalu saat sosok pocong ini masih menjadi manusia berkepala plontos.
Hao harus bisa menemukan kunci menghentikan teror ini untuk selamanya, atau justru dia yang akan terjebak dalam retrokognisinya sendiri tanpa bisa kembali ke tubuhnya di masa kini.
...
Nah seperti itulah kurang lebih ulasan untuk film Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul ini. Bagaimana dengan nasib akhir Hao dan Rida tentunya bisa disaksikan secara langsung di bioskop terdekat mumpung masih fresh dan masih bisa ditonton di banyak layar lebar.