Hubungan 8 tahun bukan waktu yang sebentar. Terlalu banyak kisah manis hingga pahit yang telah dilalui Gala bersama Bara. Ini menyebabkan ia kesulitan menata hati dan selalu berharap bisa kembali pada mantannya itu apapun caranya. Beberapa laki-laki yang dikenalkan Nandi dan Sidney pun tidak pernah ada yang pas. Selalu saja ada kekurangan yang membuatnya lagi-lagi teringat pada Bara.
Hadirnya Aiman memberi cerita baru bagi Gala yang membuatnya perlahan yakin bahwa orang itu bisa jadi pengganti sosok Bara. Hubungan yang semula hanya sebatas orang asing, mulai terbentuk semakin dekat dan menemukan kecocokan pada masing-masing.
Tapi tentu saja ini belum cukup mengganti perjalanan cinta Gala di 8 tahun yang lalu. Bayang-bayang itu masih ada. Rasa sakit pun selalu menjadi penghalang untuk ia melangkah lebih jauh.
Aiman yang tahu soal masa lalu Gala mencoba memberinya pengertian untuk bisa melangkah pelan. Tapi keduanya sadar ternyata punya prinsip berbeda soal komitmen, di mana Gala ingin segera menikah sementara Aiman belum mau terikat pada hubungan serius.
PERSAHABATAN HANGAT DAN ROMANSA MANIS
Yang membuat saya suka pada film ini adalah bagaiman persahabatan di antara Gala, Sidney, dan Nandi dibentuk dengan sangat baik. Semua terasa real dan seakan ketiganya sudah bersahabat sejak zaman sekolah seperti yang diceritakan pada film.
Cara Sidney dan Aiman memperlakukan Gala saat patah hati terasa relate dengan kehidupan nyata. Seperti selalu ada ketika sedang dibutuhkan dalam segala kondisi, bahkan kalau diperlukan tak segan memberi teguran jika Gala terlalu bucin hingga tak bisa memandang realita yang pahit.
Pengorbanan Nandi yang harus berpura-pura menjadi gay demi membantu Gala pun menjadi effort besar untuk pembuktian bahwa sahabat harus selalu ada ketika dibutuhkan.
Selain kisah persahabatan tiga orang tadi, tentu kita tidak bisa melewatkan cerita romansa segi tiga antara Gala, Bara dan Aiman. Genre romansa yang disuguhkan dalam film Ganjil Genap terasa hangat dan manis. Tidak lebay, tidak berlebihan, dan sangat bisa dinikmati.
Seperti tentang soal persahabatan, kisah cinta Gala pun begitu lekat pada kehidupan nyata. Sibuk berkarir hingga lupa soal masa depan untuk membangun rumah tangga, perbedaan prinsip bersama pasangan, hingga bagaimana rumitnya mengambil keputusan soal komitmen.