Mohon tunggu...
M. Gilang Riyadi
M. Gilang Riyadi Mohon Tunggu... Penulis - Author

Movie review and fiction specialist | '95 | contact: gilangriy@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

"Bidadari Mencari Sayap", Melawan Perbedaan dalam Kehidupan Rumah Tangga

4 Oktober 2020   15:04 Diperbarui: 4 Oktober 2020   15:10 371
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
image by liputan6.com

Saya mulai berlangganan Disney+ sejak beberapa minggu lalu. Sejak pertama rilis di tanggal 5 September lalu, Disney+ memberikan beberapa film lokal eksklusif, sehingga hanya bisa ditonton di aplikasi streaming tersebut saja. Di antaranya ada Sabar ini Ujian, Rentang Kisah,Benyamin Biang Kerok 2, Warkop DKI 4, dan yang terakhir rilis Jum'at kemarin adalah Bidadari Mencari Sayap.

Semula saya hanya berniat nonton sebentar saja untuk tahu ini film seperti apa. Ternyata dari 5 menit pertama film ini mulai, saya langsung suka dengan tema yang diangkat di sini. Apalagi, ada Leony yang akhirnya kembali muncul dalam dunia seni peran dan menjadi tokoh utama di film ini.

Cerita awal menggambarkan sebuah keluarga Tionghoa yang sedang merayakan tradisi Imlek di rumah Angela (Leony). Acara cukup meriah karena ditemani oleh dua kakak perempuannya bersama pasangan, serta keponakan-keponakan kecil. Ada juga karakter Babah (Nano Riantiarno) sebagai sosok Ayah mereka.

Hal pertama yang menjadi daya tarik dari film ini adalah pengambilan adegan dengan durasi yang cukup lama namun hanya dalam satu kali take. Hal ini sempat mengingatkan saya pada adegan UKS di film Dua Garis Biru. Di beberapa menit awal ini penonton akan mulai mengetahui seperti apakah keluarga kecil Angela ini.

Angela merupakan mualaf, istri dari Reza (Rizky Hanggono) yang merupakan seorang muslim dan begitu paham tentang ajaran agama. Perbedaan budaya keluarga Angela dan Reza begitu kontras di sini. Bahkan Reza sempat tidak ingin bergabung ketika mereka sedang merayakan imlek. Hal tersebut sering menjadi pemicu pertengkaran di rumah tangga keduanya, apalagi Reza merupakan orang sensitif yang mudah sekali terpancing amarah.

image by sindonews.com
image by sindonews.com
Perselisihan paham di antara Reza dan Angela akan mendominasi sepanjang cerita film. Di sini kita tahu bahwa kehidupan pernikahan tidak akan selamanya berjalan mulus dan bahagia seperti apa yang sering kita lihat. Cerita mereka berdua menjelaskan bahwa perbedaan keyakinan atau pendapat akan terus jadi konflik selama salah satunya tidak ingin mengalah.

Di satu sisi, Angela pun merasa tidak nyaman dengan sikap keluarga suaminya. Ibu Reza yang begitu agamis menginginkan Angela segera memakai hijab, mengingat setiap saudara-saudara Reza yang perempuan sudah mengenakan hijab semua. Adegan ketika mereka bertengkar (lagi) setelah bertemu keluarga Reza adalah salah satu adegan favorit saya.

"Satu kali pun kamu nggak pernah pakai hijab pemberian Umi. Ya apa susahnya sih sekali-kali kamu pakai hijabnya kalau ketemu sama Umi?"

"Sekalinya aku mau berhijab, itu bukan karena umi, bukan karena kamu, bukan karena siapapun. Aku mau berhijab dari hati aku, karena aku nggak mau jadi palsu."

Sejak kejadian malam itu, hubungan mereka semakin tidak baik. Reza sampai pergi dari rumah selama beberapa hari. Dari sinilah keduanya saling merenung dan mengevaluasi diri masing-masing atas masalah ini.

Kembalinya Leony dalam film ini memang menjadi sebuah kejutan. Dan saya rasa ia telah berhasil memerankan karakter Angela dengan sangat epik. Setiap adegan marah, sedih, hingga menangis bisa ia lakukan meskipun sudah lama tidak muncul dalam dunia seni peran. Tidak kalah dengan rekannya, Rizky Hanggono tak kalah epiknya berhasil memerankan karakter Reza yang terkadang membuat saya greget atas sifatnya.

Cerita Bidadari Mencari Sayap ini benar-benar mengangkat kehidupan rumah tangga yang pelik dan sering terjadi pada kehidupan nyata. Selain soal perbedaan keyakinan dan budaya, tema seperti ekonomi yang terbatas, hidup bersama mertua, urusan anak, hingga pekerjaan yang kadang tak sesuai dengan keinginan kita. Saya pun yang menonton secara refleks berkata, "relate banget nih".

Film ini pun akan memberi kita pelajaran bahwa setiap tindakan selalu ada konsekuensi, sehingga tidak boleh mengambil keputusan berdasarkan emosi sesaat. Karena itulah yang terjadi pada Reza sehingga hidupnya jadi penuh penyesalan.

Hanya saja, saya sedikit kurang suka dengan akhir ceritanya. Bukan berarti jelek, tapi sepertinya bisa dikemas dengan lebih baik lagi.

Bidadari Mencari Sayap ini benar-benar saya rekomendasikan bagi Kompasianer yang ingin nonton Di Rumah saja dan bisa disaksikan secara ekslusif di Disney+ Hotstar per tanggal 2 Oktober kemarin. Sementara itu, untuk nilai yang saya beri adalah 8.5/10 dari beberapa pertimbangan di atas.

Daripada penasaran, Kompasianer bisa tonton sekilas ceritanya dari trailer berikut ya:

Oke sekian ulasan film kali ini. Stay safe untuk semuanya dan sampai jumpa di tulisan selanjutnya!

-M. Gilang Riyadi, 2020-

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun