Mohon tunggu...
Ghozan Sehat
Ghozan Sehat Mohon Tunggu... -

penggembara jagad maya yg lagi numpang neduh wonten ing jagad dunyo.\r\n\r\n"urip iku sakdermo nglakoni"

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Stop Penjualan Antibiotik Secara Bebas

10 Agustus 2015   07:45 Diperbarui: 10 Agustus 2015   08:16 169
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

4 Antibiotik tidak mampu melawanya, hingga bersyukur hanya tinggal "senjata pamungkas" Meropenem yang membuat beliau mampu berbagi kisahnya di acara seminar yang sama. (2)

Kisah beliau berdua adalah bagian kecil dari kedukaan rakyat Indonesia yang lainnya, Alhamdulillah didengarkan langsung dengan seksama oleh Ibu Menkes yang saat itu berkenan membuka seminar "Cegah Resistensi Antibiotik".

Paparan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian  pada Seminar tersebut , berdasarkan hasil monitoring tahun 2014, lebih dari 50 sample yang diambil masih mengandung residu Antibiotik yang tinggi, berturut-turut : jeroan sapi, telur ayam, daging ayam, daging sapi, jeroan ayam yang dapat berdampak pada kesehatan : alergi, efek genotic, efek teratogenic, mempengaruhi ketentraman bathin konsumen dan resistensi Antibiotik.

"60%~80% produk asal hewan yang dikonsumsi di Amerika menggunakan obat hewan selama dipeternakannya, dan 80%nya adalah Antibiotik" (National Research Council, 1999)

Kabar yang menggembirakan untuk konsumen di Amerika, bahwa McDonald (3), KFC(4), Wendys(5) dan Walmart (6) sebagai peritel besar di Amerika Serikat berkomitment untuk menjamin seluruh produknya termasuk ayam dan telor bebas dari Antibiotik.

Kami sebagai konsumen Indonesiapun amat sangat mengharap jaminan produk yang sama bebas antibiotik: McDonalds, CFC, KFC, Wendys Dll, serta mendesak para produsen/peternak atau penyedia makanan untuk tidak menggunakan antibiotik pada produk daging olahan, juga mempunyai komitment yang sama demi masa depan generasi penerus bangsa, sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan pemerintah UU No. 41, amandemen UU No.18, Pasal 22 ayat 4 butir C serta SE Dirjen Peternakan No. TN.260/720/DKH/0894 tahun 1994.

Kalau Anda cinta negeri ini sayang keluarga Anda pasti Anda tidak akan merasa keberatan.

Mitos: Kalau batuk pilek, minum antibiotik biar cepat sembuh...

Perilaku mengobral penggunaan antibiotik untuk penyakit yang bukan disebabkan infeksi bakteri mempercepat terjadinya resistensi antibiotik ratusan kali lipat. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan, 86,1 % rumah tangga di Indonesia menyimpan antibiotik di rumah tanpa resep dokter. Padahal antibiotik harus digunakan dengan hati-hati, sesuai petunjuk dokter, tidak boleh digunakan tanpa indikasi yang tepat, serta dibeli dengan resep dokter.(7)

Sungguh sangat memilukan kondisi ini, dengan mudahnya orang membeli Antibiotik tanpa resep dokter baik di apotek, toko obat maupun warung-warung kecil.

Mitos: Ah, saya nggak pernah minum antibiotik, nggak akan kena bakteri yang resisten.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun