Mohon tunggu...
Ghina Sofwan
Ghina Sofwan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Hit or Miss

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Tanggung Jawab Auditor Internal dalam Pengendalian Intern Perusahaan

3 Januari 2023   15:55 Diperbarui: 3 Januari 2023   16:35 206
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Ghina Khoirunnisa Sofwan

Sri Dewi Wahyundaru

(Akuntansi FE, Unissula)

Pengertian dari pengendalian intern sendiri adalah rencana organisasi,  seluruh cara, dan kegiatan yang diambil oleh organisasi supaya asetnya terlindungi, memverifikasi keakuratan dan keandalan catatan akuntansinya, meningkatkan efisiensi operasional, dan mematuhi kebijakan manajemen yang disetujui.

Sistem pengendalian internal diartikan sebagai sebuah tatanan organisasi serta seluruh cara dan langkah-langkah yang diresmikan perusahaan untuk memerankan sebuah perlindungan dalam mengamankan aset perusahaan. Pengendalian merupakan fungsi kontrol yang menganalisis semua aktivitas perusahaan. Perusahaan memiliki kendali, sehingga diasumsikan bahwa semua operasi akan berjalan sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan

Kewajiban seorang auditor internal terhadap perusahaan wajib disebutkan secara cermat dan teliti sebanding dengan dijalankannya Standar Akuntansi yang berupa penjabaran standar umum kualitas profesionalisme auditor yang sebanding dengan aturan perusahaan. Berikut adalah cakupan tanggung jawab seorang auditor internal :

  • Menggali informasi serta nasihat yang akan diserahkan pihak manajemen dan melaksanakan pekerjaanya sesuai dengan kode etik.
  • Mengorganisir tatanan kinerja perusahaan agar visi misi tercapai sesuai dengan target audit.

Sebagai aturan umum, auditor internal tidak memiliki kewajiban kewenangan langsung dan tidak mempunyai kekuasaan untuk memberikan arahan atas kegiatan perusahaan yang diaudit. Sehingga, pengecekan dan pengujian audit internal tentunya tidak melepaskan kewajiban pihak lain pada perusahaan. Auditor internal memiliki tanggung jawab untuk mencegah terjadinya kecurangan dengan melakukan review yang tepat terhadap efektivitas sistem pengendalian internal. 

Jika auditor internal memiliki sikap skeptis terhadap perilaku yang berpotensi memberikan dampak buruk seperti kerugian pada perusahaan, auditor internal berkewajiban untuk memberi tahu pihak yang bersangkutan. Auditor internal bisa menyarankan kegiatan apakah yang sebaiknya diambil dalam langkah berikutnya agar tidak terjadinya kerugian atau kesalahan di dalam perusahaan.

Sebuah perusahaan melakukan pengawasan langsung oleh staff khusus perusahaan menggunakan skema yang dinamakan pengendalian internal. Sistem pengendalian internal perusahaan dimaksudkan untuk menjamin keamanan aset perusahaan, memastikan tingkat keakuratan dokumen pencatatan  akuntansi, memacu agar kegiatan operasional berlangsung secara efektif dan efisien, dan meningkatkan kedisiplinan pada peraturan serta prosedur yang sudah ada. Pedoman tata kelola perusahaan dengan bagan organisasi dan metode serta teknik yang tepat.

Kegiatan pengendalian intern merupakan salah satu kegiatan terpenting dalam suatu perusahaan karena merupakan kegiatan pengendalian dalam perusahaan, terutama kinerja kegiatan dalam perusahaan. Sehingga jika tidak dikelola dengan baik pastinya akan memberikan dampak yang buruk bagi perusahaan. Untuk menghindari potensi salah saji, profesional audit internal harus membantu manajemen dalam mengawasi penerapan pengendalian internal dalam aktivitas manajemen. Sebagai contoh kepatuhan oleh manajemen senior.

Tujuan dilakukannya audit internal adalah supaya seluruh lapisan anggota dalam perusahaan bisa melakukan peranannya dengan sempurna sejalan dengan aturan kebijakan yang sudah diresmikan dan sejalan dengan visi misi perusahaan. Untuk itu Internal Audit menghasilkan bermacam-macam analisis, pengujian, saran dan pedoman terkait pekerjaan  yang  sedang diaudit. 

Auditor internal harus memiliki kebebasan atau independensi yang cukup dari pihak-pihak yang diperiksanya dengan tujuan untuk memeriksa kembali apakah tugas sudah dikerjakan sesuai dengan instruksi dan mencapai hasil yang optimal.  Kode etik ini harus teteap dijaga saat pelaksanaan tugas agar manajemen dapat menggunakan informasi yang tersedia bagi mereka untuk memantau apa yang terlaksana di perusahaan dan manajemen. Auditor bisa menggunakan informasi ini sebagai faktor saat menganbil ketetapan. 

Dengan cepatnya arus perkembangan informasi kini kebutuhan data akuntansi juga menuntut untuk menciptakan data yang memiliki tingkat keakuratan tinggi. Untuk mengawasi operasi perusahaan dan memastikan bahwa laporan mengenai perusahaan mengandung informasi benar dan dapat dibuktikan. Itu lah sebabnya mengapa sebuah perusahaan tentunya menginginkan auditor internal yang cakap bekerja dan juga teliti.

Auditor internal pasti bekerja pada suatu perusahaan, akan tetapi harus tetap  selalu independen saat mengerjakan audit pada perusahaan tersebut.  Audit Internal juga dapat memberikan layanan terkait audit tambahan seperti membantu manajemen dalam pencegahan kecurangan, melakukan investigasi kecurangan, menjalin relasi dengan pihak lain seperti auditor eksternal, serta merencanakan dan melaksanakan audit. Karena auditor internal harus tetap profesional dalam mengerjakan tugasnya. Auditor internal wajib memiliki standar profesional dan kode etik. Fungsi audit internal harus mengoptimalkan pengawasan kegiatan dalam perusahaan serta membantu peningkatan berkelanjutan. Menurut uji analisis risiko, audit internal harus memberikan penilaian mengenai syarat minimal yang harus terpenuhi dan kelayakan pengendalian yang memengaruhi sistem administrasi, operasional, dan organisasi yang mencakup :

  • Kecakapan laporan baik keuangan maupun pelaksanaan kegiatan
  • Realisasi kepraktisan kegiatan
  • Perlindungan aset perusahaan
  • Kedisiplinan pada aturan dan perundang-undangan

Auditor internal juga melakukan tinjauan dan penilaian pengendalian internal untuk menentukan kecukupan desain dan efektivitas penerapan pengendalian internal, dan untuk memberikan informasi tentang kelemahan atau kekurangan pengendalian sebagai dokumentasi untuk perbaikan lebih lanjut. Dari manajemen. Secara teknis, tinjauan pengendalian internal membantu memfokuskan audit pada bidang atau fungsi yang kritis dan berisiko tinggi berdasarkan identifikasi kelemahan atau kekurangan pengendalian internal. Aktivitas yang tidak perlu efektif. Membuat aktivitas audit menjadi jelas dan terukur sesuai dengan kompleksitas organisasi yang diaudit.

Untuk menentukan keefektifan pengendalian internal, auditor harus mempertimbangkan apakah semua bagian dan prinsip pengendalian internal ada dalam rancangan dan operasi, dan apakah integrasi antara bagian-bagian tersebut dapat mengatasi risiko secara bersama-sama, harus dievaluasi. Dokumentasi audit menggunakan dokumen kerja audit berupa matriks pengendalian internal yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan laporan hasil audit pengendalian internal atau sebagai dokumen untuk menetapkan instruksi panduan ujian lebih lanjut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun