Mohon tunggu...
ghaizalfahn
ghaizalfahn Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

must go on

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Penerapan Surat Al-Insyirah dalam Kehidupan

15 Januari 2025   08:45 Diperbarui: 15 Januari 2025   08:58 27
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Depresi adalah gangguan suasana hati (mood) yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang disukai. Seperti yang di ketahui pada era ini, tingkat depresi di indonesia cukup tinggi. Bahkan kasus bunuh diri karena depresi cukup marak terjadi belakangan ini. Remaja yang hidup pada era ini cenderung rawan terkena depresi. Faktor pemicunya pun beragam, mulai dari masalah ekonomi, tekanan sosial, perundungan, hingga masalah interpersonal. Seseorang dengan gangguan depresi cenderung sangat pesimis terhadap masa depan dan hanya mampu berpikir negatif tentang segala sesuatu, termasuk dirinya sendiri. 

Lantas apa kaitan kasus ini dengan surah al insyirah?

 Surat Al-Insyirah (Surah 94) adalah surat ke-94 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 8 ayat. Nama "Al-Insyirah" berarti "kelapangan" atau "pembukaan", yang merujuk pada kelapangan hati dan pemberian kemudahan dari Allah setelah menghadapi kesulitan. Surat ini diwahyukan di Makkah dan memiliki pesan yang menguatkan umat Islam untuk tetap sabar dan optimis dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Tafsir Surat Al-Insyirah adalah penjelasan tentang janji Allah SWT untuk memberikan kemudahan kepada hamba-Nya, khususnya Nabi Muhammad SAW. Surat Al-Insyirah menceritakan bagaimana Nabi Muhammad memiliki beban hidup sangat berat. Namun, pada akhirnya, Allah memberikan jalan keluar dan melapangkan hati sekaligus meninggikan nama Nabi Muhammad. 

Maka dengan pengamalan surat Al-Insyirah dalam kehidupan, akan membuat kita senantiasa meyakini bahwa Allah akan memberikan kemudahan dari tiap ujian yang kita tempa. 

Bahkan Allah menekankan dua kali pada surat Al-Insyirah, yakni : 

Ayat 5: Fa inna ma'al-'usri yusr "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan" Ayat 6: Inna ma'al-'usri yusr "Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan" Dari ayat tersebut dapat di artikan bahwa Allah akan selalu memberikan kemudahan dari setiap kesulitan yang kita hadapi. 

Penerapan dalam Kehidupan: 

Sabar dalam Ujian : Surat Al-Insyirah mengajarkan kita untuk bersabar dalam menghadapi ujian hidup. Ketika menghadapi kesulitan, kita perlu yakin bahwa setiap ujian akan berakhir dengan kemudahan jika kita tetap bertahan dan berusaha dengan ikhlas. 

Optimisme : Surat ini mendorong kita untuk tetap optimis dalam hidup. Meskipun hidup penuh dengan tantangan, kita harus percaya bahwa setelah setiap kesulitan pasti ada kemudahan.

 Bersyukur : Allah telah memberikan kelapangan hati bagi Nabi Muhammad SAW, dan kita harus bersyukur atas segala kemudahan yang Allah berikan dalam hidup kita. Meskipun kita menghadapi masalah, penting untuk selalu melihat sisi positif dan nikmati berkah yang ada. 

Menolong Orang Lain : Kita bisa menerapkan ajaran ini dengan membantu orang yang sedang kesulitan, memberikan dukungan moral dan spiritual, serta meyakinkan mereka bahwa setiap ujian akan ada jalan keluarnya. 

Maka dengan penerapan surat Al-Insyirah pada sikap kita di kehidupan sehari-hari dapat menghindari faktor faktor terjadinya gangguan mental, karena dengan penerapan tersebut, kita menjadi yakin dan optimis, selalu memiliki harapan dan dapat membantu orang yang kesulitan. Itulah mengapa pendidikan agama pada era ini sangat penting, penafsiran dan pemahaman Al-Quran, sangat berpengaruh pada kehidupan khususnya di era maraknya pergaulan bebas ini. Tujuannya agar kita memahami apa yang sudah dilarang oleh Allah, dan menemukan solusi dari tiap masalah. 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun