Pada foto yang sudah dimanipulasi saya kasih watermark, sehingga akan terlihat jelas jika kita menggunakan perangkat image digital forensic model ELA. Jika ini keluar satu tahun silam lalu mungkin akan membuat gaduh.Â
Mengedit sebuah foto bukanlah hal yang baru, sejak foto digital belum ditemukan proses ini sudah terjadi lama, seperti misalnya zona sistem-nya Ansel Adams, atau yang lebih tua dari itu lebih dari seabad silam lampau, anda bisa menemukannya dengan mengetikkan foto General Grant at City Point. Manipulasinya di kenal dengan teknik composite, dan bila proses itu dilakukan pada kamera ada yang istilahnya double exposure. Dunia kemudian bergerak menuju digitalisasi, fotografi pun ikut serta. Dari Jendral Grant kita kemudian diperkenalkan yang oleh banyak orang dijuluki the patron saint of jpegs, Lena Forsen (miss November, tahunnya saya lupa).
Kembali ke hari ini, karena ini bukan tutorial bagaimana mengedit maka saya tidak akan menulis lebih dalam tentang hal itu, karena saya yakin siapapun yang membaca tulisan ini sudah memiliki cara favorit untuk "mengedit" foto, jadi saya seperti mengajari ikan berenang kesannya.
Cara Saya
Ini cara saya bekerja. Jika anda tertarik melihat maka hal pertama yang harus dilakukan pada postpro, memastikan satu hal ini terlebih dahulu
Monitor yang kita gunakan setidaknya mampu 'melihat' atau menampilkan batas antara 3% -4% pada gelap, dan batas antara 98%-91% pada terang.Â