Mohon tunggu...
gerry katon
gerry katon Mohon Tunggu... Dosen - UNISA Yogyakarta - Pengajar dan Pemerhati

Hidup Bermanfaat

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Work From Village, Alternatif Stimulus Pariwisata-Ekonomi Masyarakat

8 Juni 2021   11:20 Diperbarui: 10 Juni 2021   10:12 315
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bisnis. Sumber ilustrasi: PEXELS/Nappy

Dengan adanya pola kehidupan new normal, vaksinasi yang sedang berjalan, stimulus anggaran pariwisata, hingga kebijakan sertifikasi CHSE sudah cukup bagi desa wisata untuk berani memainkan peran utama sebagai penyedia fasilitas work from village. Desa wisata dianggap memiliki segalanya untuk menyediakan dan mengupayakan hal tersebut.

Mereka memiliki lokasi, budaya lokal yang menarik, keindahan pemandangan alam, kuliner tradisional, tempat singgah yang nyaman dan klasik, bahan baku penunjang wisata yang relatif terjangkau, hingga keramahan para penduduk desa. Modal tersebut sudah lebih dari cukup untuk dijadikan modal dalam menyediakan wisata kerja work from village. 

Konsepnya dikembalikan pada masing-masing desa wisata agar mampu menonjolkan kearifan lokal masing-masing sehingga menjadi daya tarik bagi instansi dan perusahaan yang ingin mencoba. Ketika konsep ini sudah matang dan siap untuk dieksekusi, maka kembali peran pemerintah harus muncul dan berpihak.

Pemerintah wajib memberikan ruang fasilitas promosi dan perlindungan kebijakan serta mengarahkan instansi untuk terlibat serta memanfaatkan destinasi tersebut. Pemerintah juga dapat bekerja sama dengan instansi swasta guna mendukung program ini secara keseluruhan. 

Dengan adanya keberpihakan tersebut, diharapkan konsep wisata baru ini akan dapat menjadi pilot project, alternatif, dan solusi peningkatan ekonomi-sektor pariwisata lokal. 

Bayangkan saja jika konsep ini dapat dijalankan dan didukung oleh pemerintah dan swasta seutuhnya, pengguna jasa wisata ini akan mampu mendapatkan sudut pandang baru dalam bekerja selama masa pandemi yang diharapkan mampu mengikis rasa jenuh dan meningkatkan produktivitas. 

Sedangkan bagi desa dan masyarakatnya tentu akan mampu menggerakkan ekonomi lokal di masing-masing desa mulai dari perputaran uang pada penyediaan kuliner pendukung, persewaan lokasi kerja di desa, tour guide wisata lokal, keterlibatan sumber daya manusia di desa, serta kegiatan ekonomi lainnya yang terkait. 

Konsep ini, setelah diperkuat dengan penerapan CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diyakini mampu menjadi solusi jalan tengah yang lebih murah, ramah, dan tepat sasaran bagi pemerintah-masyarakat desa serta menjadi jalan tengah bagi pemerintah-masyarakat desa dalam upaya memperbaiki guncangan ekonomi sebagai akibat dari pandemi COVID 19.

Gerry Katon Mahendra - Dosen UNISA Yogyakarta

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun