Carlos juga menyampaikan pemeliharaan budaya lokal yaitu kultur budaya betawi yang harus juga diatur dalam RUU DKJ karena budaya betawi dan sejarahnya menjadi landasan mengapa Jakarta terbentuk hingga saat ini.
"Dan juga sebagai wilayah yang berbasis multikulturalisme, Jakarta harus menjadikan budaya betawi menjadi pelopor agar budaya-budaya lain yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 bisa terus terjaga eksistensinya".
Peningkatan Ekonomi
Jakarta yang selalu dikenal sebagai poros ekonomi dan jasa Indonesia perlu mempertahakan status tersebut dengan berbagai inovasi untuk menstimulus kegiatan ekonominya.
"Ada sebuah pemikiran bahwa pusat kegiatan ekonomi dan pusat kegiatan politik itu tidak bisa dipisahkan, ini yang menjadi sebuah tantangan dengan pindahnya Ibukota ke Kalimantan Timur, pusat kekuasaan politik pindah, apakah Jakarta mampu mempertahakan keunggulan ekonomi tersebut, itu harus dijawab dengan RUU DKJ."
"Pemberian insentif pajak, keunggulan dan kemajuan teknologi serta jumlah SDM yang unggul harus betul-betul dimanfaatkan agar status poros ekonomi dan jasa tidak hilang".
Isu Kesejahteraan
Dan yang penting adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat Jakarta.
Isu ini memuat hal-hal yang sangat kompleks serta berasal dari berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, akses air bersih, akses listrik, transportasi umum, akses lapangan kerja, akses perbankan serta infrastruktur yang menunjang kebutuhan masyarakat Jakarta.
"Dengan berbagai kebutuhan tersebut diharapkan RUU DKJ ini bisa menjadi oase bagi warga Jakarta untuk menjaga apa yang telah dicapai Jakarta dan merencanakan lompatan-lompatan yang bisa digunakan agar Jakarta menjadi Kota yang lebih baik lagi".
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H