Setelah ruang renungan, ruang kedua yaitu Memorial Hall, ruang ini berisikan dokumentasi dan informasi bagaimana dahsyatnya bencana gempa dan tsunami Aceh dalam bentuk monitor yang ada di setiap batu. batu tersebut berjumlah 26 yang merujuk pada tanggal terjadinya tsunami Aceh, yaitu tanggal 26 Desember.
- Lorong Kebingungan
Lorong kebingungan, adalah ruangan gelap yang memutar dan menanjak menuju cahaya yang berasal dari luar lorong. Ketika berjalan di lorong tersebut orang-orang didalamnya akan sedikit pusing karena kelokan lorong dan merasa bingung pada ujung dari lorong yang tidak kunjung sampai. Lorong ini menggambarkan bagaimana perasaan masyarakat Aceh yang kebingungan setelah terjadinya tsunami, masyarakat Aceh bingung kemana mereka mencari sanak keluarganya yang hilang, harta bendanya, serta tidak tahu akan berbuat apa setelah terjadinya bencana tersebut.Â
- Jembatan Perdamaian
 Setelah menelusuri lorong Kebingungan yang gelap dan berkelok, ruangan selanjutnya adalah jembatan Perdamaian. Filosofinya, masyarakat Aceh sebelumnya dilanda oleh konflik politik yang berkepanjangan dan tsunami sehingga membuat masyarakat Aceh dilanda kebingungan kemudian terbitlah cahaya berupa perdamaian masyarakat Aceh. Di langit-langit jembatan terdapat bendera-bendera yang bergantung dan bertuliskan kata "damai" di berbagai bahasa. Selain itu, batu-batu yang berada di sekeliling kolam di bawah jembatan Perdamaian memiliki makna jumlah negara yaitu 54 negara dari Asia hingga Eropa yang membantu membangun Aceh usai terjadinya bencana Tsunami Aceh.
- Ruang Bioskop
Ruang selanjutnya adalah ruang bioskop yang menampilkan sejumlah informasi, dokumentasi dan penjelasan berupa video mengenai Provinsi Aceh sebelum tsunami, penyebab gempa Aceh, negara-negara yang terkena dampak tsunami, jumlah korban, kerusakan yang terjadi, upaya rehabilitasi, rekonstruksi yang terjadi setelah bencana, dan penyebab pulau Simeulue tidak banyak memakan korban jiwa saat tsunami terjadi walaupun pulau tersebut lebih dekat dengan pusat gempa.
- Rumah Adat Aceh
 Rumah Aceh setiap sisi dari bangunannya memiliki filosofinya tersendiri, saat terjadinya gempa dan tsunami, rumah Aceh tersebut tidak roboh dikarenakan konstruksinya yang kokoh dan tahan terhadap gempa, rahasia kokohnya rumah Aceh ada di tiang penyangga atau pasak sebagai pengait yang membuat rumah tersebut dapat kokoh berdiri walaupun sudah diterjang tsunami pada 2004 silam. sayangnya, di jaman sekarang sudah sangat jarang dan sulit untuk menemukan rumah Aceh sebagai kediaman warga yang masih berdiri di Tanah Rencong tersebut.
- Kapal Apung