Pembohong cerdas berbeda dengan tukang bohong. Dan, Rahmat hanyalah tukang bohong. Karena bukan pembohong cerdas, Rahmat Baequni pun tidak bisa membangun teori konspirasi dengan baik.
Kalau saja Rahmat memiliki kecerdasan dalam berbohong, sudah pasti ia sanggup membangun teori konspirasi yang sulit dirontokkan. Akibatnya, bangsa ini yang kerepotan membantahnya. Karenanya, sudah selayaknya jika bangsa Indonesia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Tuhan ini. Rahmat Baequni adalah wujud nyata jika Tuhan mencintai Indonesia.
Artikel ini sudah diposting di GSite.idÂ
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI