Mohon tunggu...
Gapey Sandy
Gapey Sandy Mohon Tunggu... Penulis - Kompasianer

Peraih BEST IN CITIZEN JOURNALISM 2015 AWARD dari KOMPASIANA ** Penggemar Nasi Pecel ** BLOG: gapeysandy.wordpress.com ** EMAIL: gapeysandy@gmail.com ** TWITTER: @Gaper_Fadli ** IG: r_fadli

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Please, Jangan Lakukan Ini di Danau Kakaban #4

17 Januari 2016   09:01 Diperbarui: 19 Januari 2016   19:22 2177
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Air di danau ini terbentuk oleh campuran air hujan dan rembesan air laut dari pori-pori tanah, sehingga membuat suatu habitat endemik yang berbeda pada kebanyakan kawasan danau lain di dunia. Rasanya? Heheheee … ketika saya snorkeling dan mencecap rasa airnya ternyata cukup asin juga.

(Informasi jenis pohon dan papan informasi di Pulau Kakaban dengan lintasan jalan kayu menuju Danau Kakaban. || Foto-foto: Gapey Sandy)

Ada tiga papan informasi yang dipasang pengelola. Satu, di dekat loket tiket tanda masuk. Kedua, ketika usai lintasan menanjak tangga kayu. Dan ketiga, ketika hampir mencapai anjungan di danau. Ada baiknya, pengunjung membaca terlebih dahulu informasi yang tersedia.

Karena, selain himbauan bertuliskan huruf merah agar pengunjung berhati-hati dengan kondisi licin bila jembatan kayu basah, juga ada berbagai informasi tentang Kakaban dan ekosistem didalamnya.

Berdasarkan informasi yang tersedia di papan informasi ketiga, ada empat jenis ubur-ubur yang ada di Danau Kakaban.Yaitu, ubur-ubur aurelia aurita yang bentuknya seperti piring transparan, tripedalia cystophora bentuknya paling kecil bila dibandingkan dengan tiga jenis ubur-ubur lainnya, dan mestigeas papua yang paling banyak terlihat di danau air asin, dan casiopeia ornata banyak terlihat di dasar danau dengan posisi terbalik.

(Di anjungan Danau Kakaban. || Foto-foto: Gapey Sandy)

Oh ya, selama melakukan kunjungan wisata di Pulau Kakaban dan Danau Kakaban, pengunjung diharapkan untuk melakukan “2U” dan “3J”, yaitu:

* Usahakan berenang lebih dahulu di Danau Kakaban baru kemudian di pantai dan lautan. Karena, plankton, larva hewan laut dan lain-lainnya, dapat terbawa ke danau. Kalau hal ini terjadi, maka hewan-hewan laut tadi dapat menjadi pesaing hidup bagi keberlangsungan hidup ubur-ubur di danau.

* Usahakan membawa kembali sampah ke tempat pembuangan sampah di daerah asal, atau di tempat-tempat sampah yang sudah disediakan.

* Jangan menangkap atau membawa ubur-ubur ke luar habitatnya, karena habitat asli ubur-ubur adalah di Danau Kakaban. Memindahkan mereka sama dengan mengusir ubur-ubur dari rumahnya sendiri.

* Jangan memakai tabir surya sewaktu berenang di Danau Kakaban, karena bahan kimia yang ada di tabir surya akan mencemari perairan danau dan membahayakan kehidupan ubur-ubur.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun