Begitu pula dengan Dr. Siti Asmaul Mustaniroh, STP. MP selaku dosen pembimbing lapang kelompok 38 yang menyampaikan rasa bangga dan terimakasih kepada warga desa yang sudah antusias dalam mengikuti program kerja dari mahasiswa MMD FTP UB, saya harap apa yang adik adik kami sampaikan dapat diterima dengan baik oleh warga desa dan dapat menjadi wawasan baru untuk keberlanjutan program dari desa kedepanya” ujarnya
Untuk membuat pupuk organik cair ini membutuhkan alat dan bahan yang relatif mudah didapatkan seperti ember atau wadah yang dapat ditutup rapat, kulit bawang merah 100 gram, air cucian beras 1L EM4 10 ml, gula merah 200g yang telah dicairkan
langkah pembuatanya adalah dengan memasukan air cucian beras, gula meah, kulit bawang merah serta EM4 ke dalam wadah lalu aduk dan tutup rapat, selanjutnya tunggu proses fermentasi selama 2 minggu. Saat proses ini pupuk wajib dibuka setiap hari dan dilakukan pengadukan agar CO2 yang dihasilkan pada saat fermentasi dapat keluar dan mencegah wadah meledak. Pupuk organik cair yang sudah difermentasi selama dua minggu akan berwarna lebih keruh dan berbau khas daripada pupuk organik cair pada awal pembuatan.
Pupuk organik cair hasil fermentasi yang siap digunakan wajib dicampurkan dengan air menggunakan perbandingan perbandingan 1:50, ini dikarenakan kandungan EM4 yang tinggi dapat membuat tanaman terlalu subur dan berdampak pada hasil buah yang kurang maksimal. Penggunaan pupuk organik juga harus diiringi dengan pupuk kimia. Pupuk organik cair tidak dapat menggantikan penggunaan pupuk kimia, tetapi dapat menurunkan dosis penggunaan pupuk kimia sebanyak 50%. Selain itu pengaplikasian pupuk organik cair dan kimia tidak boleh dilakukan secara bersamaan karena dapat membunuh mikroorganisme pada pupuk organik cair, maka dari itu pupuk kimia diaplikasikan 4 hari setelah pupuk organik cair diberikan.
MAHASISA MMD FTP UB KELOMPOK 38 DESA BULUS, KECAMATAN BANDUNG, KAB TULUNGAGGUNG 2024
Dosen Pembimbing lapang (DPL): Kiki Febrianto, STP. M.Phil & Dr. Siti Asmaul Mustaniroh, STP. MP
Penulis : Galuh Savira Dyah Puspitasari
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H