Mohon tunggu...
Gagas Mabrur
Gagas Mabrur Mohon Tunggu... Penulis - Menulis untuk Hidup

Penilik aksara, Penikmat kopi pahit. "manusia terbatas, aku bebas" https://kangmabrur.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sobat Ambyar sebagai Holocaust Versi Indonesia

1 November 2019   04:44 Diperbarui: 1 November 2019   04:42 72
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber foto : @Bokisabis

Holocaust adalah Peristiwa pemusnahan etnis yang dilakukan secara sistematis oleh NAZI Jerman pada tahun 1993-1945 dengan korban utamanya adalah bangsa Yahudi.

Konsep ini pertama kali dikemukakan oleh Zigmunt Bauman, yang kemuadian dilanjutkan dengan gagasan barunya tentang proses Holocaust itu dapat terlaksana dengan sistematisnya sistem birokrasi. Ada sedikit perbedaan antara Holocaust di Jerman dengan Holocaust yang terjadi di Indonesia.

Ya, Holocaust yang terjadi di Indonesia lebih bersifat positif dari pada di Jerman. Di Indonesia, Holocaust mengintegrasikan masyarakat dengan membunuh etnis-etnis melalui Sobat Ambyar itu. Melalui Sobat Ambyar itu juga mereka disatukan. 

Jika hal ini dianggap tidak relevan sama sekali juga tidak, karena pada dasarnya mempunyai kesamaan dalam hal pembunuhan etnis dalam bentuk baru.

Dalam masyarakat modern tentunya mempunyai perkembangan yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Perkembangan dan pembaharuan tersebut meliputi dalam segala aspek, termasuk paham-paham yang di gagas oleh beberapa tokoh. Seperti halnya kata "membunuh", yang dalam perkembangan dunia modern ini juga diartikan sebagai "melebur".

Artinya, meleburkan karakter-karakter atau identitas yang dimilikinya menjadi satu kesatuan berdasarkan tujuan.

Nah, Holocaust versi Indonesia ini menjadi suatu makna baru yang dalam hal ini Sobat Ambyar sebagai objek yang sedang melakukan hibridasi dengan keanekaragaman kebudayaan dari berbagai etnis, dan pastinya melalui lagu-lagu Didi Kempot yang sedang viral di media massa saat ini.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun