Holocaust adalah Peristiwa pemusnahan etnis yang dilakukan secara sistematis oleh NAZI Jerman pada tahun 1993-1945 dengan korban utamanya adalah bangsa Yahudi.
Konsep ini pertama kali dikemukakan oleh Zigmunt Bauman, yang kemuadian dilanjutkan dengan gagasan barunya tentang proses Holocaust itu dapat terlaksana dengan sistematisnya sistem birokrasi. Ada sedikit perbedaan antara Holocaust di Jerman dengan Holocaust yang terjadi di Indonesia.
Ya, Holocaust yang terjadi di Indonesia lebih bersifat positif dari pada di Jerman. Di Indonesia, Holocaust mengintegrasikan masyarakat dengan membunuh etnis-etnis melalui Sobat Ambyar itu. Melalui Sobat Ambyar itu juga mereka disatukan.Â
Jika hal ini dianggap tidak relevan sama sekali juga tidak, karena pada dasarnya mempunyai kesamaan dalam hal pembunuhan etnis dalam bentuk baru.
Dalam masyarakat modern tentunya mempunyai perkembangan yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Perkembangan dan pembaharuan tersebut meliputi dalam segala aspek, termasuk paham-paham yang di gagas oleh beberapa tokoh. Seperti halnya kata "membunuh", yang dalam perkembangan dunia modern ini juga diartikan sebagai "melebur".
Artinya, meleburkan karakter-karakter atau identitas yang dimilikinya menjadi satu kesatuan berdasarkan tujuan.
Nah, Holocaust versi Indonesia ini menjadi suatu makna baru yang dalam hal ini Sobat Ambyar sebagai objek yang sedang melakukan hibridasi dengan keanekaragaman kebudayaan dari berbagai etnis, dan pastinya melalui lagu-lagu Didi Kempot yang sedang viral di media massa saat ini.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI