“Pross“ seru teman-temanku
Kupahami sebagai “toss“ dalam bahasa ibuku
Gelas berubah kuning, tangannya memegang
Mereka segera bersulang ....
“Ayo, coba ... cobalah sampanye“ kata salah satu temanku.
Menggeleng, kupandangi gelasku
“Memang warnanya tidak seperti punyamu
Tapi aku gembira memenuhi undangan dan menemanimu“
Ucapanku, membuatnya haru.
“Semoga kau temukan makanan untuk lidahmu“ sambung temanku itu.
Toast Hawaii
Salat hijau, saus disiram
Lidah sapi
Sup Maultaschen isi bayam
Ya, hidanganku tadi, masihlah panas
Tak lama berselang ... datanglah Nikolaus
Membagikan hadiah layaknya Sinterklas
“Aku tak merayakan natal“ tapi tanganku memegang sesuatu, terbungkus!
Kupandangi pohon cemara di pojok sana
Hiasannya sungguh cantik mempesona
Beralih pandang, wow ... wajah teman-temanku begitu ceria!
Tak berapa lama, menyanyi lagu natal yang luar biasa ....
“Aku tak paham lagu-lagu tadi tapi sungguh, dendangan yang indah!“ Pujiku.
Temanku tiba-tiba menohok “Bagaimana natal di tempatmu?“
“Yang merayakan, pergi ke gereja untuk misa
Yang tidak merayakan, berdiam saja
Kalau lebaran tiba, semua berkumpul bersama keluarga meski berbeda“ Jelasku.
“Aku tak paham“ temanku menghela nafas.(G76)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI