Mereka belakangan mengembangkan apa yang disebut tujuh titik destinasi wisata perdamaian.Tujuh titik itu adalah Tanoker, Elisa Rainbow, por Bhk Kho-Kho, Sekolah Yang-eyang, Sekolah Bok-ebok dan Sekolah Pak-bapak, Pesantren Kopi At-Tanwir dan Pasar Lumpur.
Dan kami pun keluar dari ruangan diskusi dan diajak ke arah Kolam Berenang,sebagian kami tidak berenang mahasiswa pmm ,dosen dpl dan mentor kami pun tidak ikut berenang.Yang tidak berenang berkeliling tanoker bahkan sampai berfoto bareng ditaman,selesai itu kami diajak juga untuk melihat ruangan perpustakaan tempat anak-anak belajar dan keruangan kerajinan masyarakat di Tanoker.
Menjelang pukul 17.30 kami pun bersiap-siap untuk kembali pulang ke Universitas Jember dan setelah naik ke dalam bus ,ibu pemilik tempat wisata Tanoker bernyanyi lagi untuk kami dan melambaikan tangan saat angkutan kami berjalan.Rasa sedih dan senang kami rasakan selama berkunjung ke tempat wisata Tanoker.
Informasi lebih lengkapnya bisa dilihat di web Tempat Wisata Tanoker Ledokombo Jember.
Dari informasi selama di ruangan berdiskusi saya dapat menyimpulkan belajar itu tiada henti dan akan menuai di masa depan dan menjadi orang yang bijaksana dan berhasil jika kita mau berbaik dan bersyukur yang kita miliki sekarang ini dan jangan lupa untuk bergaul baik itu orang kurang mampu,jahat dan sifat lainnya dari mereka lah kita bisa belajar bahwa kita sedang membentuk kepribadian hidup kita sehari-hari.
Sekian yang bisa sampaikan ,semoga cerita saya ini dapat memotivasi bagi pembaca dan saling suport satu sama yang lain.Akhir kata saya ucapkan Terimakasih.
Salam dari Kelompok 7 Modul Nusantara PMM2
BERTUKAR SEMENTARA BERMAKNA SELAMANYA
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI