Elon Musk menyatakan bahwa perlunya Indonesia memiliki internet dengan kecepatan tinggi dan juga murah.
Hal itu ia sampaikan pada ajang "Intergenerational Dialogue for Our Emerging Future" di Bali, Senin (14/11) dikutip dari ANTARA.
"Apapun yang berkaitan dengan internet. Jika anda memiliki perangkat dan akses yang murah pada internet, maka anda akan bisa belajar apapun dari internet. Misalnya belajar dari kampus MIT (Massachusetts Institute of Technology)," katanya
Menurutnya, dengan adanya internet masyarakat dapat dengan mudah belajar apapun secara gratis. Paling tidak, ia berujar pendidikan yang memungkinkan siswa belajar melalui internet.
Sontak pernyataan tersebut menuai beragam komentar bagi netizen. Khususnya dukungan terhadap pernyataan Elon Musk sebab di perubahan digital yang signifikan menuntut mudah dan cepatnya akses internet dan tentunya murah.
Koloborasi dengan Mendikbudristek Nadiem Makarim ini justru disambungkan oleh netizen ke Menkominfo yang kerap menuai polemik sejak seringkali data dihack dan dibocorkan oleh hacker.
Menurut hemat penulis, pernyataan Elon Musk terkait kebutuhan perkembangan cepat dengan internet murah dan cepat tentu berdampak besar bagi pertumbuhan di Indonesia.
Baik ekonomi, informasi hingga pendidikan menjadi acuan besar kontribusi internet. Namun, jika dibandingkan dengan pekerjaan di Kominfo tentu menjadi lain.
Sebab, beberapa kasus terjadi melihat Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G Plate terkesan abai pada kasus terjadi kebocoran data. Terutama kasus Bjorka yang membocorkan berbagai data dari aplikasi dari plat merah.
Mypertamina dan saat ini aplikasi dari Peduli Lindungi. Belum bicara soal peningkatan, soal keamanan data pun Menkominfo dinilai tidak serius dalam bertindak. Bahkan statement nya mengenai tidak tahu bagaimana menindak hacker terkesan tidak peduli dengan amanah yang diemban selama ini.
Jelas yang disampaikan Elon Musk bukan dirinya seorang yang tahu solusi perkembangan Indonesia lewat internet. Namun juga diskursus, kajian dan tentunya pengembangan dari instansi swasta telah dilakukan.
Namun hal tersebut kembali kepada pemerintah, di bawah naungan Kominfo yang dapat mewadahi dan memberikan solusi dari masalah tersebut.
Apakah saat ini Menkominfo ingin fokus pada partainya yang sedang bersiap-siap untuk pencalonan bakal calon presiden? apakah disisa jabatannya akan memberikan kontribusi besar lewat amanahnya untuk masyarakat luas?
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H