Timnas Garuda diluar dugaan berhasil mencapai final. Tim yang tidak diunggulkan membuat kejutan sepanjang fase group hingga mengkandaskan Vietnam di semi final. Sebagai tim kuda hitam telah berhasil membalikan keadaan yang banyak diperkirakan akan gagal ke fase selanjutnya (final).
Di atas kertas kita akui, Timnas Garuda sedikit kalah dari Negara-negara Asean lainnya. Selapas dari sanksi FIFA Mei lalu, praktis Timnas belum bisa berbuat banyak di kancah internasional. Mungkin dikatakan Timnas Garuda baru sembuh dari opnamenya.
Menjalani pertandingan internasional di AFF Cup Suzuki 2016 ini, banyak pihak menyangsikan timnas akan bisa berbuat banyak. Terlebih lagi berada dalam group neraka. Namun, perlahan namun pasti Timnas Garuda sama-sama kita lihat berhasil melaluinya dengan susah payah. Hingga berhasil menembus Final dan bertemu dengan juara bertahan Thailand yang dijuluki sebagai Raja Asean.
“The War Elephants” julukkan Timnas Thailand yang selama tournament berjalan mulus dalam menghadang lawan-lawannya. Namun, diluar ekspektasi semua kalangan, Timnas Thailand berhasil dijungkalkan oleh Timnas Garuda pada leg pertama di Pakansari, Cibinong Rabu (14/12) dengan skor 2-1.
Secara skematis dan bangun serangan, Thailand memang boleh saja unggul dari Timnas Garuda. Tapi bukan berarti Timnas Garuda tidak memiliki perlawanan. Keberuntungan demi keberuntungan nampaknya selalu hinggap sepanjang turnamen ini.
Terbukti dua gol di babak ke dua adalah bukti Timnas Garuda mampu memberikan kejutan kepada negeri Siam ini. Sabar dan militansinya anak-anak Garuda membuat lawan terperangah dengan gol-gol cepat. Hingga peluit berakhirnya pertandingan, Timnas Garuda berhasil mengalahkan Thailand dengan skor tipis 2-1.
Terlepas dari kekurangan Timnas Garuda sepanjang turnament ini, tentunya kita berharap pada leg ke dua nanti di kandang lawan, Garuda kembali bisa menjinakkan gajah. Meskipun dalam tekanan yang besar di kandang lawan, diharapkan Timnas tidak gamang bertanding.
Laga penentuan pada leg ke dua ini, siapa yang akan merebut trophy bergengsi AFF ? Timnas Thailand tentu sudah pasti ingin mempertahankan gelarnya. Sekaligus memperbanyak gelar trophy yang ke limanya. Kekalahan pada leg pertama di Pakansari, Cibinong (14/12/16) tentu harus dibalas dengan minimal gol 1-0.
Thailand jelas akan tampil habis-habisan. Mengingat tampil di kandang sendiri, tentu tidak ingin membuat malu di depan pendukungnya. Diakui , peluang Thailand memang unggul dari Timnas Garuda. Tapi bukan berarti itu akan mudah. Karena Thailand pun juga dalam tekanan di depan public sendiri.
Rasa was-was juga menghinggapi pendukung setianya. Dikarenakan Timnas Indonesia berhasil membuat kejutan dengan mengalahkan Vietnam di kandangnya dengan skor agregat 4-3. Tekanan yang bertubi-tubi Vietnam ‘ 7 hari – 7 malam’ kepada Garuda, tidak menyurutkan mental bertanding anak-anak Garuda. Pertandingan yang menguras emosi siapa saja yang menonton, akhirnya Timnas Indonesia bisa menyamakan kedudukan 2-2 pada leg ke dua. Sekaligus lolos ke Final untuk yang ke 5 kalinya.
Bisa dibayangkan, bahwa Timnas Garuda seperti cerita dari negeri dongeng. Bermain di group neraka, seolah Timnas Garuda akan dipermak habis oleh lawan-lawanya. Dari awal babak penyisihan dianggap sebagai tim underdog. Tapi fakta pun berbicara lain. Dengan tertatih-tatih, Timnas Garuda berhasil melewati lawan-lawannya.
Inilah yang sesungguhnya yang akan membuat Thailand akan merasa terpengaruh dengan keajaiban lolosnya Timnas Garuda ke Final. Ada factor lain yang bekerja yang sulit diketahui. Bukan persoalan mistik, tapi sepertinya Tuhan ikut campur tangan dalam kemenangan demi kemenangan yang diraih oleh Timnas Garuda.
Apa lagi kalau Timnas Garuda bisa membuat gol cepatnya nanti di kandang lawan. Sudah tentu akan meruntuhkan sedikit banyaknya mental bertanding lawan. Atau setidaknya bisa menyamakan kedudukan. Seolah, factor X ini akan jelas mempengaruhi mental bertanding Tim Gajah ini.
Menarik untuk dicermati. Bahwa keberuntungan Timnas Garuda tidak terlepas dari kekuatan lain (baca; Tangan Tuhan). Namun demikian, Timnas Garuda harus tetap bekerja keras. Focus dan konsentrasi sangat diutamakan. Jangan biarkan lawan bebas mengutak-atik area pertahanan.
Bermain sabar dan tidak teruru-buru harus juga diperlihatkan. Jangan asal membuang bola ke depan. Setiap pemain harus tahu dan paham kemana bola dialirkan oleh kawan. Jika di kawal ketat 2-3 pemain lawan, segera bantu untuk bisa mengurai lagi serangan baru. Ingat, yang kita hadapi adalah Thailand yang memiliki bangun serangan yang terorganisir.
Yang terpenting lagi mental bertanding jangan sampai down, meskipun tampil di kandang lawan. Ini kesempatan meraih gelar pertama AFF yang sudah jelas di depan mata. Tentunya juga jangan pernah membuat kesalahan sekecil apa pun. Pelanggaran-pelanggaran yang tidak perlu jangan pernah dibuat di depan area pinalti.
Apa pun skema dan instruksi yang diterapkan Riedl, tetap terus dijalankan. Ingat, usaha yang sungguh-sungguh demi Merah Putih disertai dengan Doa yang tulus akan membuahkan hasil. Jangan ragu dan jangan takut bermain di kandang lawan.
Nyatakan bahwa kita bisa membuktikan dengan menjungkalkan Raja Asean dikandangnya. Ayo Garuda, kalian telah jauh terbang. Kalian sudah mendekati singgasana yang bertahtakan intan berlian. Jangan sia-siakan perjuangan yang telah kalian ukirkan. Sejarah akan mencatat dengan tinta emas.
Buat gajah perang terduduk diam. Ingat, faktor X akan menyertai kalian nanti. Doa puluhan juta bangsa Indonesia akan mengiringi kalian. Jadi jangan sia-siakan kesempatan emas yang sudah nyata di depan mata.
“Ya Allah, Yang Maha Perkasa – Yang Maha Kuat….
dengarlah wahai Tuhan kami
doa segenap jiwa bangsa ini dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas ke P. Rote
Takdirkanlah Timnas kami menjadi yang terbaik ,
pada pertandingan puncak leg ke dua di Thailand
jadikanlah Timnas kami sebagai Pemenang pada gelaran AFF Cup Suzuki 2016 ini.
Smoga Engkau mendengar rintihan kami yang telah kering dari prestasi slama ini
Wahai Allah perkenankan doa tulus kami
Aamiin.
*****
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H