Mohon tunggu...
Muhammad Fakhri Nurfauzan
Muhammad Fakhri Nurfauzan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

"sebaik-baik nya manusia ialah yang paling bermanfaat untuk sesama nya"

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Keterampilan Membaca

11 Juni 2021   22:05 Diperbarui: 11 Juni 2021   22:14 146
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sc: ruangmahasiswa.com

 kegiatan membaca memiliki peranan sosial amat penting dalam kehidupan manuisa sepanjang masa karena melalui kegiatan membaca, pembaca akan memperoleh pesan informasi yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Dari aspek linguistik, membaca adalah proses penyandian kembali dan pembacaan sandi , berbeda dengan berbicara dan menulis yang melibatkan aspek penyandian . Kegiatan aspek pembacaan sandi adalah menghubungkan kata-kata tulis dengan makna bahasa lisan yang mencakup pengubahan tulisan/cetakan menjadi bunyi yang bermakna. Pertama, keterampilan yang bersifat mekanis yang berada pada urutan yang lebih rendah .

Kedua, kecepatan membaca bertaraf lambat, yaitu keterampilan yang bersifat pemahaman yang berada pada urutan yang lebih tinggi . Mereka harus membaca berulang ulang dengan menggunakan langkah yang strategis untuk menguasai dan mengingat bahan bacaan itu lebih lama. Usaha yang efektif untuk mengetahaui dan mengingat lebih lama dapat dilakukan dengan mengorganisasikan bahan yang dibaca agar mudah dipahami dan mengaitkan fakta yang satu dengan yang lain atau menghubungkan dengan pengalaman pembaca. sistem membaca SQ3R dikemukakan Francis P. Robinson tahun 1941 merupakan sistem membaca yang semakin populer digunakan masyarakat.

Q-Question

Bersamaan pada saat survei, diajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang isi bacaan tersebut yang terkait dengan judul, bab, dan sub bab atau sub judul.

R-Recite atau Recall

Setiap selesai membaca satu bagian, berhentilah sejenak dan coba menjawab pertayaan yang penting dari bagin atau dari bab tersebut. Hal ini dimaksudkan agar bahan yang dibaca dapat tersimpan lama dalam memori kita.

R-Review

Oleh karena itu janganlah lewatkan langkah yang terakhir ini . Setelah selesai keseluruhan dari apa yang harus dibaca, ulangi untuk menelusuri kembali judul-judul dan sub judul dan bagian penting lainnya dengan menemukan pokok-pokok penting yang perlu untuk diingat kembali. Selain itu, untuk memperoleh hal-hal penting yang mungkin kita lewati sebelumnya. Ada beberapa aspek yang menjadi penekanan sekligus sebagai teknik untuk menelusuri bahan bacaan.

Hal tersebut akan menjadi penuntun bagi pembaca untuk memudah mengenali, mengetahui, memahami, dan memperoleh sejumlah informasi yang dianggap pening dalam bahan bacaan. Selain itu, menggunakan kata kunci penuntun, seperti ungkapan penekanan, kata yang mengubah arah, kata illustrasi, kata tambahan, dan kata simpulan. Membuat catatan, seperti manfaat catatan, pokok-pokok yang dicatat, jenis catatan, banyknya sumber, akurat, lembaran dan buku tulis, dan sistem kartu.

Membaca dalam Hati

Pada saat membaca dalam hati, kita hanya mempergunakan ingatan visual , yang melibatkan pengaktifan mata dan ingatan. Tujuan utama membaca dalam hati Membaca sekilas adalah sejenis membaca yang membuat mata kita bergerak dengan cepat melihat, memperhatikan bahan tertulis untuk mencari serta mendapatkan informasi atau penerangan. Keduanya merupakan dwi tunggal yang utuh. Banyak orang melakukan kegiatan membaca tidak melalui bimbingan khusus membaca cepat sehingga sehingga memunyai kecepatan yang sama dalam membaca.

Pembaca yang efisien memunyai kecepatan bermacam-macam. Membaca ibarat berkendaraan.adakalanya lambat dan ada waktunya cepat sangat bergantung pada bahan bacaan dan tujuan membaca..

Memecahkan persoalan yang ditunjuk dengan bacaan yang bersifat instruksional

Mereka dapat membaca semua bahan yang mudah dengan cepat. Skimming dan scanning serta keterampilan mengorganisasi bahan merupakan keterampilan yang harus dikuasai untuk membaca nonfiksi. Skimming dan scanning dapat menjadi teknik yang tepat tuntuk mengatur kecepatan membaca sesuai dengan kebutuhan, terutama untuk nonfiksi sehingga kita tidak dikuasai oleh bahan, tetapi kitalah yang menguasainya sesuai keperluan kita.

Scanning: Cepat Menemukan Informasi


Scanning adalah suatu teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lain-lain. Usaha untuk menemukan yang dicari harus cepat dilakukan dan akurat.

Membaca kritis buku ilmiah

Buku ilmiah pada dasarnya sama dengan artikel ilmiah, hanya saja buku ilmiah memuat uraian atau pembahasan yang lebih panjang dan rinci tentang suatu isu ilmiah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun