Kacamata Teori Formalisme
Selanjutnya, pernahkah Anda memikirkan mengapa sosok makhluk asing dalam film ini tak pernah terlihat wujudnya secara langsung?
Untuk mengetahui itu, kita dapat menggunakan teori formalisme Rusia. Teori ini mengharuskan sebuah film untuk dinilai dari "kegunaan artistik"-nya. Hal ini penting agar film menjadi seni sejati yang memiliki esensinya sendiri (Arnheim dalam Ernesto, 2011).
Untuk menampilkan kekhasan dalam bentuk (formal) film itu, kita mengenal konsep fabula dan sjuzet. Sederhananya, fabula adalah bahan mentah yang harus diolah pengarang. Ia merupakan sebuah “cerita” atau penggambaran rangkaian kejadian dalam tatanan urut dan relasi kausal.
Sementara itu, sjuzet adalah “plot” yang merupakan cara penyajian materi (makna) dalam film dengan unsur artistik. Inilah sisi “kesastraan” (“literariness”) sebuah karya. Sjuzet-lah yang berperan membuat istilah “defamiliarisasi” muncul. Konsep ini akan menghadirkan kekhasan bentuk film lewat keanehan dan keganjilan yang dimiliki.
Dalam film Bird Box, ketidak hadirannya makhluk asing itu secara kasat mata merepresentasikan bentuk artistik dari film ini. Dalang penyebab semua kekacauan dalam film Bird Box hanya tersirat dalam bentuk rumput atau daun-daun yang melayang di udara. Selain itu, kehadiran makhluk asingnya juga ditandai dengan sosok bayangan hitam dan besar.
Marcus Taormina, pengawas efek visual film Bird Box (Failes, 2019), mengaku sempat kesulitan mewujudkan sosok makhluk asing itu sebelum akhirnya harus berkreasi saat pengambilan gambar di lokasi. Selain itu, tim efek visual juga menggunakan Computer Generated untuk membuat hutan digital, dedaunan, dan pohon-pohon "mengamuk."
------------------------
DAFTAR PUSTAKA
Ali, S. (2018, Desember 29). Is ‘Bird Box’ About Mental Health? Psychology Today [Online]. Diakses pada 18 Oktober 2020 dari psychologytoday.com