Lalu, apa yang akan dilakukan pemerintah tahun depan kalau terjadi defisit anggaran lagi disamping harus menyusun pembayaran obligasi yang sudah jatuh tempo? Akan adakah program-program short term lagi?  Memang kita membutuhkan proyek infrastruktur untuk menstimulasi perekonomian, tetapi proyek infrastruktur bukanlah proyek jangka pendek, termasuk maintenance-nya puluhan tahun kedepan. Rasanya prediksi dana yang akan masuk  tetapakan kurang untuk pembangunan infrastruktur kita kedepan.
Saya cuma berandai andai saja, jika saya memiliki uang banyak diluar negeri atau didalam negeri yang pajaknya tidak saya bayar. Kalau saya mengemplang pajak 10M lima tahun yang lalu dan saya belikan fixed assed yang nilainya sekarang 50M, yang akan saya laporkan (declare). Karena ini program murah ada kemungkinan teman-teman asing yang akan nitip juga untuk dibersihkan di Indonesia, sehingga Indonesia menjadi potensi tax haven di dunia. Karena saya tidak punya uang banyak, saya berandai-andai juga apakah memungkinkan untuk mengaku punya uang dan bayar 3% untuk mencuci uang yang saya andaikan didapatkan kalau saya sukses dan dijadikan pendapatan yang masih harus dibayar (accrued income).
Pertama, apakah dengan mengaku saya punya uang dan membayar 3% saya rela, jawabannya ya. Semakin kecil semakin baik. Terus, apakah dalam kondisi seperti ini saya mau mengalirkan dananya ke Indoensia dan menjadikannya Rupiah mumpung rate-nya masih tinggi? Kalau dana senilai 550T Rupiah dalam bentuk USD ditukar ke Rupian akan menyebabkan penguatan Rupian dimana uang saya dapat saya kembalikan ke USD tiga tahun lagi sesudah rupiah menguat. Jadi uang saya bersih dengan biaya 3% dapat bunga obligasi 3 thn x 7% plus penguatan rupiah.  Apakah program pemerintah akan sukses? Yabukan urusan saya karena saya sudah resmi menjadi kaya dan uang sayabisa ditempatkan kemanapun di dunia.  Kalau  pemerintah  programnyatidak jalan dan membutuhkan dana lagi, saya bersedia meminjamkannya lagi dalam bentuk surat berharga dengan kupon yang lebih tinggi tentunya karena uang saya sudah bersih.
Semoga saja program tax amnesty ini untuk kebaikan semua. Â Jangan sampai tahun ini pemerintah menjadi pahlawan oleh orang-orang yang diuntungkan dan tahun depan orang-orang yang sama akan mencemooh pemerintah karena mereka sudah bersih. Tapi tetap saja saya juga tidak habis bertanya, apakah 2-3% pajak itu pantas dan bagaimana dasar perhitungannya? Untuk siapakah sebenarnya program tax amnesty ini?
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H