Hal lain yang sering terjadi di kapal pesiar adalah 'permusuhan' kru Indonesia dengan awak dari Filipina. Hanya saja, menurut kawan saya tadi, awak dari Indonesia kompaknya luar biasa, sehingga sering warga Filipina merasa takut dibuatnya.
Meski pekat dengan pekerjaaan yang berat dan berlipat, namun kru kapal mendapatkan jatah shore leave yang asyik. Shore leave adalah saat dimana kapal merapat di dermaga, para penumpang mendarat, dan para kru boleh jalan-jalan. Itu terjadi di luar negeri.
Shore leave ditunggu-tunggu para pelaut setelah berhari-hari bekerja melulu di atas samudera yang luas tanpa batas. Di situlah mereka bisa berbelanja, berfoto-foto di negara asing, dan 'membuang' uang untuk mendapatkan barang idaman. Itu mengapa pekerja kapal pesiar yang pulang ke kampung halaman tampak hidup girang dengan gadget yang wah.
Bagi yang pintar berhemat, para pekerja kapal pesiar -- biasanya yang telah bekerja bertahun-tahun -- menginvestasikan uangnya dalam bentuk mobil, rumah-rumah kelas menengah ke atas, tanah, atau mendirikan usaha untuk bekal hari tua. Salah satu karib saya di Sleman, Jogja, kini punya studio rekaman dan label musik yang beromzet menggiurkan.
Bagi pemboros, uang berjumlah besar bisa habis dalam kurun waktu tak lama karena mereka tak menyadari bahwa mudah mendapatkan juga mudah membuangnya ...
-Arief Firhanusa-
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H