Diversifikasi ikan kembung menjadi peda memberikan nilai tambah lebih dibandingkan ikan kembung dalam bentuk segar. Ikan kembung dihargai Rp. 26.500 - 30.000 per kilogram. Sedangkan peda sendiri dapat mencapai harga Rp 35.000 per setengah kilonya.
Peda memiliki potensi pasar yang luas. Banyak ibu-ibu rumah tangga yang mencari peda sebagai lauk pauk untuk keluarganya. Juga peda ini sangat cocok dimakan oleh orang-orang yang benci bau amis dari ikan.Â
Produksi dan pemasaran peda sudah tersebar luas di seluruh penjuru Indonesia, baik yang sudah memiliki perizinan maupun belum. Meskipun begitu, tidak sedikit pula industri peda masih terkendala dalam hal HACCP karena berskala rumah tangga.
Kegiatan pemasaran yang telah dilakukan melalui dua cara yaitu secara online dan offline. Penjualan lebih banyak dilakukan secara offline dengan berjualan di pasar atau sistem konsinyasi di warung-warung. Hal ini dikarenakan sifat produk yang mudah rusak. Apabila menempuh perjalan cukup lama, maka barang akan rusak sebelum sampai di tangan konsumen.
Saat ini, produk olahan peda telah berkembang lebih jauh lagi. Bukan hanya digoreng saja, tetapi peda juga dapat ditumis atau dibakar. Bagi orang yang tidak menyukai rasa asin, maka dapat mencoba inovasi dari ikan peda dengan pengurangan kadar garam. Sehingga tingkat keasinan peda akan pas di lidah.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H