Bagaimana upaya perilaku sehat orangtua untuk menghindarkan anak dari kerentanan tertular HIV maupun sifilis?
Pertama, setia dengan pasangan. Dengan komitmen setia pada pasangan sah maka akan menghindarkan salah satu pasangan atau keduanya dari positif HIV maupun Sifilis.
Kedua, perilaku seks sehat. Lakukan perilaku seks sehat bagi pasangan dengan melakukan hubungan seks sesuai dengan norma agama maupun kesehatan dengan pasangan yang sah serta tidak berganti-ganti pasangan.
Ketiga, peduli ibu hamil. Sudah saatnya ibu hamil mendapat dukungan positif dari berbagai pihak, terutama suami serta keluarga terdekat.Â
Rutin berkonsultasi dengan dokter maupun bidan profesional akan meminimalkan risiko penularan HIV dan sifilis, baik melalui tes HIV, skrining sifilis maupun upaya-upaya pencegahan dan pengobatan lainnya.
Keempat, menerapkan perilaku hidup sehat, seperti menjaga pola makan, rajin berolahraga, kurangi stress, cukupkan istirahat, menjaga kebersihan, dll. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas dalam tubuh agar tidak mudah tertular oleh virus atau penyakit.
Kelima, rajin beribadah. Dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah juga akan sangat membantu menjauhkan kita dari perilaku-perilaku yang menyimpang, termasuk perilaku tidak sehat yang dapat memicu penularan HIV dan sifilis.
Keenam, tingkatkan edukasi. Terus meningkatkan kapasitas diri dengan informasi terbaru dan ilmu pengetahuan akan menjadi modal kita untuk mengetahui dan memahami dampak buruk HIV dan sifilis secara benar, sehingga kita tahu bagaimana cara menghindari, mencegah maupun mengatasi masalah HIV dan sifilis.Â
Bukan hanya itu, kita juga bisa menjadi agent of change bagi masyarakat lainnya untuk menekan angka penularan HIV dan sifilis.
Penggunaan Kondom, Antara Pro dan Kontra
Meski kondom mengalami stereotip sebagai sesuatu yang tabu dan negatif, tapi faktanya kondom menjadi salah satu alternatif upaya pencegahan penularan HIV dan sifilis. Bahkan, National Institutes for Health mengemukakan bahwa penggunaan kondom dengan kualitas yang baik secara benar dan tepat dapat mengurangi risiko penularan HIV hingga 95 %.