Mohon tunggu...
Figo Rimba Fatika
Figo Rimba Fatika Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Even the best can be improved.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Merosotnya Akhlak dan Adab Disebabkan Perkembangan Zaman dan Globalisasi

11 Oktober 2021   18:10 Diperbarui: 11 Oktober 2021   19:34 5759
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

"Yatim itu bukan yang telah meninggal orang tuanya, tetapi yatim sebenarnya adalah yatim ilmu dan budi pekerti".

Pendidikan merupakan aspek terpenting dalam perkembangan manusia di muka bumi, dan juga hal yang sangat penting dalam islam. Karena, pendidikan yang baik dan benar akan dapat menjadi jembatan bagi seorang muslim untuk meningkatkan derajat keimanan dan kualitas ahlaknya. Dalam QS Al-Mujadalah 58:11 Allah berfirman, "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat."

Timbul pertanyaan: apakah beriman dan berilmu saja itu sudah cukup sebagai cara untuk mencapai puncak derajat tertinggi di sisi Allah? Tampaknya belum. Karena, ada tujuan yang lebih tinggi selain ilmu. Yaitu, AKHLAK mulia. Nabi bersabda: "aku di utus untuk menyempurnakan akhlak yang baik. 

Kata "menyempurnakan" menunjukan bahwa akhlak adalah tujuan puncak yang harus di capai oleh seseorang muslim agar menjadi manusia yang relatif mendekati nilai-nilai ideal islam. 

Pentingnya akhlak juga di singgung dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi: "mukmin paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya." Al-Quran juga secara implisit mengisyaratkan betapa pentingnya akhlak ketika memuji Rasulullah dalam QS Al-Qalam 68:4 "dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung."

Namun ketika mendapatkan ilmu baru, kita seringkali merasa ilmu yang dimiliki sudah cukup dan tidak lagi perlu mempelajari adab. Padahal kenyataannya itu adalah fatamorgana. Kenapa ? Dalam sebuah riwayat Imam Malik RA pernah berkata kepada seorang pemuda Quraisy  "pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu". Riwayat ini menjelaskan betapa pentingnya adab sebelum mempelajari ilmu karena antara adab dan ilmu Terdapat hubungan yang sangat erat. 

Dalam artian, keduanya mempunyai satu persamaan yaitu nilai-nilai. Seperti contoh jika kita terus-menerus mempelajari suatu ilmu tapi tidak dengan belajar adab, berarti ia hanya mendapatkan seperempat kenikmatan Allah. Imam Asy Syafi'i pernah mengungkapkan dalam sebuah syair "jika kamu tak tahan penatnya belajar maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan". 

Dari Abu Darda Rasulullah bersabda" tidak ada ada suatu amal perbuatan pun dalam timbangan yang lebih baik daripada akhlak yang baik" Syekh Soleh Al utsaimin berkata" dengan memperhatikan adab maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit perhatian pada adab, maka ilmu akan disia-siakan."

Melihat banyaknya kejadian di sekitar tentunya sudah menjadi tugas individu selaku penanggung jawab utama. Namun, dukungan lingkungan juga sangat mempengaruhi akibat dari perkembangan budaya di masa Global ini. Begitu juga dalam keseharian kita hidup harus seimbang dan wajib hukumnya berpegang teguh pada konteks Alquran dan Aqidah.

Poin terakhir yaitu Beberapa Cara untuk mengajak dan juga menumbuhkan minat remaja sebagai penerus tongkat estafet perjuangan Islam dalam bidang adab dan akhlak yaitu dengan langkah awal yang harus kita lakukan adalah membuat para generasi muda kita mengerti dan juga paham.

 Sesungguhnya ilmu bukanlah sebuah ilmu apabila tidak kita amalkan. Karena semua rujukan kembali kepada poin utama yaitu iman dan taqwa sementara mayoritas dari generasi muda kita merujuk pada Western dan glamor oriented yang selama ini dipertontonkan dalam media sosial dan lain sebagainya banyak di kehidupan ini yang mengajarkan kita untuk hidup sederhana. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun