Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang mengadili Muhammad Rizieq Shihab dalam kasus kasus tes swab Rumah Sakit Ummi Bogor menjatuhkan vonis hukuman selama 4 tahun penjara.
"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun," kata Ketua Majelis Hakim Khadwanto di PN Jaktim, seperti dilansir CNNIndonesia.com. Kamis (24/6/21) hari ini.
Dalam putusannya, Hakim menyatakan bahwa Rizieq secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang nomor 1 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1.
Pasal tersebut merupakan dakwaan primer seperti yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum. Meskipun vonis hakim ini lebih rendah dari tuntutan JPU pada persidangan sebelumnya yang meminta Majelis Hakim menjatuhkan hukuman selama 6 tahun penjara kepada terdakwa Rizieq Shihab.
Ini vonis terberat bagi Rizieq dari ketiga rangkaian kasus yang dihadapinya terkait protokol lesehatan sepulang dari pelariannya di Saudi Arabia pada November 2020 lalu.
Dalam vonisnya tersebut, Majelis Hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan adalah bahwa perbuatan Rizieq meresahkan masyarakat.
Sementara yang meringankan, ia masih memiliki tanggungan keluarga.Â
Vonis ini sepertimya bakal membuat pentolan eks orgamisasi massa Front Pembela Islam meradang, lantaran ia berkeyakinan tak melakukan kesalahan apapun dalam kasus RS Ummi ini.
Keyakinannya tersebut ia sampaikan dalam pledoi atau pembelaan atas tuntutan JPU yang ia bacakan dalam persidangan sebelumnya.
Dalam pledoinya, Rizieq menuding banyak pihak ikut terlibat dalam upaya mengkriminalisasi dirinya.
Seperti dilansir Kompas.Com, Rizieq menyebut sejumlah nama mulai dari  Diaz Hendropriyono Putra Mantan Kepala Badan Intelejen Nasional A.M Hendropriyono,  Walikota Bogor Bima Arya, Ahok, hingga penggiat media sosial Denny Siregar.