Mohon tunggu...
Efwe
Efwe Mohon Tunggu... Administrasi - Officer yang Menulis

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Arti Penting Penyangkalan Terorisme Tak Ada Kaitannya dengan Agama, Seperti yang Diucapkan Presiden Jokowi

29 Maret 2021   07:21 Diperbarui: 29 Maret 2021   07:59 690
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Duka cinta mendalam bagi Jemaat Gereja Katedral Makasar dan seluruh umat Katolik atas ledakan bom yang menewaskan 2 orang pelakunya dan mencederai 20 petugas dan Jemaat Gereja.

Minggu pagi, 29 Maret 2021 peristiwa terorisme bom bunuh diri kembali terjadi di Indonesia, kali ini menyasar Gereja Katedral di pusat Kota Makasar Sulawesi Selatan.

Selepas kejadian semua pihak mengecam terjadinya aksi terorisme tersebut.  Presiden Jokowi langsung mengecam peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa aksi terorisme itu tak ada kaitannya dengan agama apapun.

"Terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Semua ajaran agama menolak terorisme apapun alasannya," kata Presiden Jokowi, seperti dilansir Kompas.com Minggu (28/03/21).

Kemudian Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar  Abbas menyatakan hal serupa, ia meminta masyarakat untuk tak mengaitkan teror bom di Makasar tersebut dengan agama.

"MUI meminta supaya masalah ini jangan dikait-kaitkan dengan agama atau suku tertentu di negeri ini karena hal demikian akan semakin membuat keruh suasana," katanya seperti dilansir Jawa Pos.

Pernyataan agak berbeda diucapkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, ia hanya menyatakan bahwa agama apapun tak membenarkan aksi terorisme seperti yang terjadi di Gereja Katedral di Makasar tersebut.

"Saya mengutuk keras. Apapun motifnya, aksi ini tidak dibenarkan agama karena dampaknya tidak hanya pada diri sendiri juga sangat merugikan orang lain," ujar Yaqut, seperti dilansir Kompas.com.

Pun demikian dengan Ketua Dewan Mesjid Indonesia (DMI)  Jusuf Kalla, pernyataan dirinya hampir senada dengan Yaqut, ia menyebutkan bahwa semua agama tanpa terkecuali tak membenarkan aksi-aksi terorisme.

"Kita tidak bisa mentoleransi segala bentuk teror karena dalam agama apa pun tindakan itu tidak dibenarkan" ucapnya.

Ketika Jokowi  dan Anwar Abbas mengucapkan hal tersebut diatas bahwa terorisme itu tak ada sangkut pautnya dengan agama tertentu, dalam pemahaman saya keduanya  berusaha menenangkan warganya agar tak terprovokasi sehingga aksi teror  di Makasar tak memicu eskalasi politik dan keamanan di Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun