Sementara untuk bidak cukup menuliskan notasi petaknya saja. Misal, bidak di d2 maju ke petak d3 cukup ditulis d3.
Jika kita akan "memakan" buah catur lain cara menulis notasinya cukup menambahkan x setelah abjad buah catur, dan buah yang dimakan tidak perlu diberikan abjadnya, cukup petak tempat buah itu "dimakan" misal kuda (knight) di f3 memakan gajah {bishop (B) Â di d4 cukup ditulis Nxd4.
Untuk bidak cukup petak posisinya dan petak tempat bidak memakannya. Misal bidak (pion) di d4 memakan pion di e5 maka dxe5.
Apabila kita melakukan skak maka tinggal tambakan tanda plus (+) dibelakang notasi langkah contohnya kuda melangkah ke f3 mengancam raja di g5 maka notasi yang harus ditulis Kf3+.
Jika ternyata ancaman itu berujung skakmat tanda plus (+) diganti tagar (#) atau double plus (++).
Terus gimana jika kita melakukan Rokade tinggal tulis aja 0-0 untuk rokade pendek di sisi raja atau 0-0-0 untuk rokade panjang di sisi menteri.
Catur memang banyak memiliki istilah yang sangat spesifik yang harus dipelajari secara seksama dan teliti.Â
Jika anak kita atau siapapun yang berminat bermain catur secara serius bisa mendaftarkannya ke sekolah catur yang telah diakui oleh PB Percasi.
Meskipun sebenarnya langkah-langkah catur yang dilakukan oleh mereka yang bermain otodidak tak akan berbeda jauh dengan pecatur hasil sekolahan, kelebihan mereka adalah mereka lebih taktis dan terstruktur seperti yang dilakukan GMW Irene saat mengalahkan Dewa Kipas.
Istilah-istilah pertahanan Sicilia, Â Caro Kann, Nimzo Hindia, atau pembukaan Benoni sebenarnya kerap dilakukan oleh para pecatur kelas "pos ronda" seperti saya.
Namun karena kita tak paham istilah-istilah tersebut jalan ya jalan saja melangkahkan buah catur tanpa berpikir struktur dan skemanya secara keseluruhan yang penting kita bisa mengalahkan lawan main kita.