Mohon tunggu...
Felix Kusmanto
Felix Kusmanto Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

Organizational Psychologist. Sekedar belajar dan berbagi. www.felixkusmanto.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Karena Si Ana, Saya yang Iseng Menjadi Terinspirasi (Menulis dan Cara Hidup)

27 September 2015   15:51 Diperbarui: 27 September 2015   16:02 227
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pasangan ini adalah pasangan yang unik. Mereka bertemu karena pekerjaan mereka. Sarah sebagai orang lapangan perusahaan recording dan Mondo adalah personil band yang sempat menjadi band yang sangat di perhitungkan di Asia Tenggara. Cerita mereka unik. Saling melengkapi satu sama lain. Mondo yang cenderung pendiam dan terkesan tertutup ternyata memiliki romantisme tingkat tinggi. Sungguh pasangan yang menarik.

Mas Eko Mulyadi

Kenal beliau akibat menulis tentang profil beliau saat Bank Danamon sedang melaksanakan anugrah Social Entreprenur Award. Sosok kepala desa inspiratif, penuh semangat, dedikasi dan optimisme. Layak menjadi contoh kepala desa bagi desa-desa lain di Indonesia, apa lagi pemerintah semakin fokus dalam pengembangan desa sebagai ujung tombak pengembangan ekonomi. Mas Eko Mulyadi terkenal dengan pendekatannya pada para warganya yang Tunagrahita. Kini  Dusun Tanggung Rejo, Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong Ponorogo jadi contoh pemberdayaan yang berkelanjutan.

Mas Iskandar (Mas Isjet)

Kenal beliau akibat Si Ana. Beliau adalah sosok yang menarik. Sosok yang terbuka akan pengalaman dan pandangan baru. Beliau adalah sosok yang menunjukan bahwa konsistensi sangatlah penting. Disaat kita passionate akan suatu hal, dan kita konsisten menjalankannya, suatu hal besar dan positif sudah pasti muncul di depan sana. Beliau juga mengajarkan pentingnya relasi dengan keluarga di tengah kesibukan.

Masih banyak lagi lainnya, baik yang sudah bertemu secara langsung atau hanya lewat tulisannya.

Penutup

Singkat cerita, enam tahun berlalu. Sudah beberapa kali saya main ke rumah si Ana. Ketemu bapaknya. Ngobrol dengan bapaknya. Namun tidak pernah secara langsung berjumpa dengan si Ana. Tidak pernah sekalipun. Saya kemudian berjumpa dengan seorang gadis. Seumuran saya. Kami makin dekat, saya pun menikahinya. Keluarga si Ana hadir di pernikahan saya mewakili Si Ana.

Hubungan saya dengan si Ana kini sudah sampai di tahap saling tahu. Si Ana tahu saya, saya tahu si Ana. Kami kini sekedar sahabat, sahabat yang saling dukung.

Artikel ini khusus saya tulis untuk Si Ana yang sudah saya kenal hampir 7 tahun. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan kenal dengan si Ana. Dari sekedar iseng, jadi terinspirasi menulis dan jadi terinspirasi cara hidup banyak orang-orang hebat lainnya. Tidak akan saya lupakan peran mu dalam kehidupan saya meski kita tidak pernah berjumpa.

Terima kasih Ana. Kompa(SiAna).

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun