Berbicara tentang kriminalitas, apa sih kriminalitas itu? Dikutip dari laman https://id.m.wikipedia.org pemenjahatan atau kriminalisasi (bahasa Inggris: criminalization) dalam ilmu kriminologi adalah sebuah proses saat sebuah perilaku/tindakan atau individu tertentu dijadikan sebagai kejahatan atau pelaku kejahatan. Dikutip dari SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE -- Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto SIK menyebutkan tingkat kriminalitas biasanya meningkat menjelang hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah.Â
Bulan suci ramadhan merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia. Pasalnya, bulan suci ramadhan menyimpan berbagai makna penting dalam ajaran Islam. Salah satunya yaitu sebagai bulan diturunkannya kitab suci Al-qur'an dan bulan penuh berkah serta ampunan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan pun dibelenggu. Pada bulan Ramadhan ini terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu.
Rasulullah saw bersabda :
Artinya: "Telah datang bulan Ramadan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan." (HR Ahmad).
Pada saat inilah kita seharusnya memperbanyak amal ibadah kita, bukan malah melakukan hal sebaliknya. Namun sayangnya masih ada saja oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang menodai bulan suci ini dengan melakukan tindak kriminalitas. Mengapa demikian?Â
Dikutip dari narasipost.com menurut Kriminolog dari Universitas Indonesia, Maria Zuraida, terkait adanya peningkatan angka kriminalitas menjelang Ramadan dan selama Ramadan, hal ini terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya adalah melambungnya harga kebutuhan bahan-bahan pokok di pasaran. Sebagai hal yang diperlukan untuk bisa bertahan hidup, tentu jika tidak terpenuhi akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Bahkan, bisa sampai gelap mata dan melakukan tindak kriminal. Hal ini lah yang menyebabkan meningkatnya kasus kriminalitas di Indonesia.Â
Tidak hanya itu, kebanyakan orang pasti akan merayakan bulan suci ramadhan ini dengan melakukan mudik lebaran ke kampung halaman. Tidak etis jika mudik lebaran tidak membawa apapun, maka dari itu orang- orang akan membeli sesuatu barang baru untuk dbawa ke kampung halamannya. Akan tetapi, untuk sebagian orang bulan suci ramadhan sama saja dengan hari-hari biasanya. Banyak sekali masyarakat yang tidak bisa pulang ke kampung halamannya karena tuntutan pekerjaan, dan ada juga yang tidak dapat pulang ke kampung halamannya karena keterbatasan ekonomi.Â
Faktor yang terakhir inilah yang menjadi salah satu akar masalah dari maraknya tindak kriminalitas yang terjadi saat ini. Semakin mendesaknya kebutuhan hidup seseorang dan ekonomi yang tak kunjung stabil maka seseorang itu mau tak mau melakukan jalan pintas yang lebih instan dengan cara melakukan tindak kriminalitas, misalnya seperti pencurian, pembegalan, penodongan, pencopetan, dan masih banyak lagi.Â
Mencuri menjadi salah satu jalan pintas bagi beberapa orang guna mendapat uang secara instan. Pencurian juga sering terjadi karena adanya kesempatan yang diberikan oleh si calon korban. Sampai saat ini pun pencurian masih saja terjadi di mana-mana bahkan ada saja orang yang tega mencuri di dalam masjid saat shalat berjamaah berlangsung.
Dilansir dari megapolitan.okezone.com Rabu 22 Maret 2023 01:30 WIB JAKARTA-Polisi mengkap 29 orang pelaku kejahatan hasil Operasi Paket Jaya menjelang bulan suci Ramadhan 2023. Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Irwandhy Idrus mengatakan, selama 15 hari menggelar Operasi Pekat Jaya 2023, polisi mengungkap sejumlah kasus kejahatan jalanan. Total ada 22 kasus yang berhasil diungkap polisi selama operasi tersebut, yakni pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penganiayaan berat, dan undang-undang darurat serta pasal terkait kejahatan jalanan. Dari 22 kasus tersebut, 11 kasus terbanyak yang diungkap berkaitan pencurian dengan pemberatan.Â
Menurut Islam, hasil yang mereka peroleh hukumnya haram karena mereka memperolehnya dengan cara yang tidak halal. Selain itu, orang-orang yang melakukan tindak kriminalitas apalagi melakukannya di bulan suci Ramadhan termasuk kedalam orang-orang yang merugi. Sebagaimana yang dijelaskan dalam salah satu hadits berikut. Dalam hadits ini Nabi Muhammad saw bersabda :
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkan keburukan atas asas kedustaan, maka Allah tidak butuh atas usahanya dalam menahan rasa lapar dan dahaga."Â
Hadits di atas menjelaskan bahwa Allah swt tidak akan memberikan pahala kepada seseorang yang tetap melakukan kemaksiatan di bulan Ramadan. Dengan demikian, pengorbanannya selama bulan Ramadan tidak ada harganya di sisi Allah swt. Dia merugi karena telah menahan rasa lapar dan dahaga, namun tidak bernilai pahala.Â
Oleh karena itu, dalam rangka mencegah maraknya kasus kriminalitas di bulan suci Ramadhan pemerintah melakukan beberapa hal yaitu: pertama, dari segi lalu lintas pemerintah mengerahkan polisi untuk berjaga di titik-titik rawan tindak kriminal; kedua, melaksanakan kegiatan Operasi Penyakit Masyarakat Jaya 2023 selama 15 hari pada awal Maret 2023; ketiga, melakukan patroli ke sejumlah pasar-pasar Ramadhan; keempat, menambahkan lampu-lampu ke titik yang gelap; dan yang kelima, memasang CCTV yang face recognition.
Hal diatas tidak dapat berjalan dengan lancar apabila kita tidak ikut membantu pemerintah dalam mencegah tindak kriminalitas. Sebagai warga negara yang baik kita sebaiknya lebih waspada lagi terhadap barang yang kita punya, berusaha lebih giat untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan secara halal bukan malah mendapatkannya dengan mencuri atau dengan tindak kriminalitas yang lain. Tidak hanya itu kita juga harus lebih mendekatkan diri kepada sang maha pencipta agar kita memiliki iman yang kuat dan tidak akan goyah dengan hal-hal yang berbau fana.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H