Mohon tunggu...
FAWER FULL FANDER SIHITE
FAWER FULL FANDER SIHITE Mohon Tunggu... Penulis - Master of Arts in Peace Studies
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Tidak cukup hanya sekedar tradisi lisan, tetapi mari kita sama-sama menghidupi tradisi tulisan.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Menangis Tanpa Air Mata

26 Mei 2019   11:43 Diperbarui: 26 Mei 2019   11:49 93
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Esok pagi terbitnya matahari

Akan hadir menghiasi bumi

Ku bergegas bangkit dari tidur ku

Yang beralaskan koran bekas jalanan

            Mata hari mulai terik

            Ku bergegas mengumpulkan barang bekas

             Membungkuk dan menahan bau busuk

             Mereka adalah sahabatku dalam hidup

Mata hari menjadi saksi setiap hari

Bagaimana kesedihan ku

Mata hari menjadi malaikat

Yang mengetahui ku menangis

            Hari sudah senja, matahari mulai redup

             Aku membawa pulang air keringat ku

             Dalam tubuh ku yang kumal

             Dan aku mulai tak sadar

              Telah menangis tanpa air mata

Hidup ku semakin sulit

Ketika pekerjaan ku hilang ditelan penjaga

Pekerjaan kecil pun sudah di culik

Tangisan ku semakin kuat

Namun tanpa air mata

                Tangisan ku tergambar dari keringat

                 Tangisan ku sudah tak berguna

                  Tangisan ku hanya akan sebagai tawa

                   Lalu, aku memilih...

Menangis tanpa air mata.!

Karya: Fawer Full Fander Sihite

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun