Di antara bayangan senja dan sinar pagi,
Panggilan terdalam, "Ayah dan Ibu,"
Dua sosok yang melengkapi takdir hidup,
Satu panggilan, namun penuh makna tulus.
Ayah, benteng teguh dalam lautan badai,
Dalam pelukanmu, keamanan terpancar,
Pandangan matamu bagai petir kebijaksanaan,
Panggilan "Ayah," penuh dengan arti pengorbanan.
Ibu, sumber kehangatan di tengah malam dingin,
Namamu bagai doa yang selalu terucap,
Setiap sentuhanmu bagai baluran kasih,
Panggilan "Ibu," melodi penuh kelembutan.
Ketika senyap malam merajut mimpi,
Panggilan terdalam mengalun di dalam hati,
"Ayah dan Ibu," dua kata yang melambangkan,
Cinta yang abadi, tak tertandingi oleh waktu.
Ayah, pahlawan tanpa tanda jasa di kehidupan,
Penuh tekad, seperti gunung yang kokoh berdiri,
Dalam lagumu, kami menemukan langkah pasti,
Panggilan "Ayah," tanda kehadiran kekuatan sejati.
Ibu, ratu dalam istana keluarga,
Di setiap doa, nama-mu terukir dalam hati,
Dalam pelukanmu, kami menemukan ketenangan,
Panggilan "Ibu," pesona penuh kehangatan.
Panggilan terdalam, tak sekadar kata-kata,
Tapi melibatkan cinta dalam setiap hela nafas,
"Ayah dan Ibu," bukan hanya panggilan,
Namun, sebuah perjalanan dalam pelukan kasih.
Ketika malam beranjak pergi dan pagi pun tiba,
Panggilan "Ayah dan Ibu" selalu hadir dalam doa,
Dua nama yang memayungi kehidupan kami,
Panggilan terdalam, takkan pernah pudar.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H