Baselang atau gotong royong dalam pengerjaan sawah dilakukan  oleh beberapa orang/keluarga dengan membentuk kelompok. Dalam baselang tidak mendapat upah.Â
Misalnya, dalam pengerjaan sawah Pak Ali, maka beliau akan dibantu oleh keluarga lainnya seperti Pak Abdul, Pak Hamid, Pak Muslim, Pak Rusdi. Ketika tiba giliran pengerjaan sawah Pak Abdul juga akan dibantu oleh Pak Ali dan keluarga lainnya dalam kelompok yang sama.
Dengan adanya baselang, maka pengerjaan sawah menjadi terbantu dengan tidak mengeluarkan upah tenaga kerja, hanya memberi "minum kawo".Â
Minum kawo adalah makanan/minuman untuk orang yang bekerja, kawo dalam bahasa Kerinci berarti kopi. Iya, minum kawo bisa berupa kopi, teh, kue atau makanan lainnya. Untuk makan siang, tergantung kesepakatan bersama, apakah akan ditanggung si tuan rumah atau dibawa masing-masing orang.
Baselang atau gotong royong pengerjaan sawah ini dilakukan pada tiap proses pengerjaan sawah seperti pada proses penanaman, pemupukan, pengairan, pengendalian hama maupun panen.Â
Baselang sangat bermanfaat dalam kelancaran  proses pertanian padi sawah ini, karena pengairan sawah atau pengaturan air sawah juga dilakukan secara bersama-sama.
Petani sangat terbantu dengan baselang ini, tenaga kerja yang tidak perlu diberi upah sehingga dana yang seharusnya untuk pengerjaan sawah bisa dipergunakan untuk keperluan yang lain.Â
Dengan berkelompok dalam baselang, pengerjaan sawah tidak akan kekurangan tenaga kerja, karena dalam kelompok akan bergiliran saling membantu.
Kearifan lokal baselang ini sudah menjadi adat istiadat di Kerinci dalam hal tolong menolong masyarakat dalam berbagai macam aktivitas sosial.Â
Pekerjaan yang berat menjadi ringan jika dilakukan bersama-sama dengan cara baselang.Â