KRI Diponegoro dilengkapi dengan berbagai sistem elektronik dan komunikasi yang canggih, memungkinkan integrasi dan koordinasi yang efektif antara berbagai sistem di kapal. Sistem komunikasi internal menggunakan Jaringan Komunikasi Thales Fibre Optical Communications Network (FOCON), yang menyediakan koneksi yang cepat dan stabil di seluruh kapal. Untuk komunikasi eksternal, kapal ini dilengkapi dengan sistem komunikasi satelit Seri Nera F dan sistem navigasi terintegrasi Raytheon Anschutz, memastikan komunikasi yang handal dengan pusat komando dan kapal lain.
7. Fasilitas Penerbangan
KRI Diponegoro juga dilengkapi dengan helipad yang memungkinkan operasi penerbangan helikopter. Fasilitas ini penting untuk misi-misi yang memerlukan pengintaian udara, evakuasi medis, atau transportasi personel dan peralatan. Helipad ini dirancang untuk mendukung berbagai jenis helikopter, memberikan fleksibilitas tambahan dalam operasi maritim dan mendukung berbagai misi dari kapal.
Misi dan Peran Strategis
Sejak ditugaskan pada tahun 2007, KRI Diponegoro telah terlibat dalam berbagai misi penting, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Salah satu misi internasional pertama yang dijalankan oleh KRI Diponegoro adalah partisipasinya dalam Satuan Tugas Maritim (MTF) di bawah Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL). Misi ini berlangsung dari April hingga Oktober 2009, di mana KRI Diponegoro berperan sebagai bagian dari Garuda XXVIII-A, membantu menjaga stabilitas di kawasan Timur Tengah yang saat itu tengah dilanda konflik.
Selain misi internasional, KRI Diponegoro juga memainkan peran penting dalam menjaga keamanan maritim di perairan Indonesia. Salah satu operasi domestik yang paling menonjol adalah keterlibatannya dalam pencarian KRI Nanggala (402), kapal selam TNI AL yang hilang pada 21 April 2021. Dalam operasi tersebut, KRI Diponegoro bersama dengan KRI Raden Eddy Martadinata dan KRI I Gusti Ngurah Rai dikerahkan untuk mencari kapal selam yang hilang tersebut di perairan utara Bali.
1. Kontribusi Terhadap Keamanan Maritim Indonesia
KRI Diponegoro-365 memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan kedaulatan maritim Indonesia, sebuah negara kepulauan yang memiliki perairan yang luas dan kompleks. Sebagai salah satu korvet modern dalam armada TNI Angkatan Laut, KRI Diponegoro tidak hanya berfungsi sebagai alat pertahanan, tetapi juga sebagai simbol kekuatan dan komitmen Indonesia terhadap keamanan maritim. Berikut adalah beberapa kontribusi utama KRI Diponegoro dalam menjaga keamanan maritim Indonesia:
2. Patroli Rutin dan Pengawasan Perbatasan
KRI Diponegoro secara rutin melakukan patroli di perairan perbatasan Indonesia, termasuk di wilayah-wilayah yang strategis dan rawan terhadap ancaman. Laut China Selatan dan Selat Malaka merupakan dua kawasan yang menjadi fokus utama patroli kapal ini. Laut China Selatan, dengan klaim teritorial yang sengit dan potensi konflik antara negara-negara yang berbatasan, membutuhkan kehadiran kapal perang untuk mengawasi dan menjaga hak-hak Indonesia. Begitu pula dengan Selat Malaka, yang merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia dan sering menjadi target perompakan serta kegiatan ilegal lainnya.
Kehadiran KRI Diponegoro di kawasan-kawasan ini memberikan jaminan keamanan bagi jalur pelayaran internasional yang vital bagi perdagangan global. Patroli rutin ini membantu mencegah tindak kejahatan di laut, seperti perompakan dan penyelundupan, serta memastikan bahwa perairan Indonesia tetap aman dan bebas dari ancaman eksternal.