Bela negara sering kali diasosiasikan dengan tugas menjaga kedaulatan dan keamanan bangsa, tetapi hakikatnya jauh lebih luas. Salah satu aspek penting dari bela negara adalah kontribusi di bidang ekonomi. Dengan memperkuat ekonomi nasional, masyarakat turut andil dalam menjaga stabilitas dan kemandirian bangsa.
Dalam konteks global yang penuh tantangan, seperti persaingan perdagangan internasional, fluktuasi harga komoditas, hingga ancaman resesi, membangun ekonomi yang tangguh merupakan wujud bela negara yang nyata. Masyarakat dapat berperan dengan mendukung produk lokal, menciptakan inovasi, dan memberdayakan potensi sumber daya alam maupun manusia di sekitar mereka.
Misalnya, dengan membeli produk-produk lokal seperti kerajinan, makanan, atau kosmetik buatan dalam negeri, masyarakat tidak hanya membantu UMKM bertahan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. Hal ini secara langsung mengurangi ketergantungan pada impor, memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Di sisi lain, pemerintah juga memegang peranan penting dengan menciptakan kebijakan yang mendukung iklim usaha yang kondusif. Penyediaan akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, hingga dukungan infrastruktur menjadi langkah nyata untuk memperkuat sektor ekonomi nasional.
Dengan berkesinambungan antara peran masyarakat dan kebijakan pemerintah, bela negara dalam bidang ekonomi bukan sekadar wacana, tetapi menjadi motor penggerak kemandirian bangsa. Ekonomi yang kuat akan menjadi pondasi untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan yang sejati: kemandirian, kesejahteraan, dan kemajuan bangsa.
Mari bersama-sama memperkuat ekonomi Indonesia sebagai bagian dari bela negara kita!
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H