Mohon tunggu...
Fadly Arya Ningrat
Fadly Arya Ningrat Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Review Skripsi "Analisis Pemikiran Muhammad Syakir Sula tentang Sistem Investasi pada Asuransi Syariah

1 Juni 2023   22:27 Diperbarui: 1 Juni 2023   22:28 153
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Instrumen Investasi pada perusahaan asuransi

Dalam Berinvestasi hendaknya kita harus mengetahui instrumen investasi yang disalurkan agar tidak terjadi ketidakpastian akan halal nya sebuah investasi. Maka dari berikut rekomendasi instrumen investasi syariah atau islami yang sudah ada saat  ini dan  menjadi outlet  investasi bagi asuransi syariah adalah sebagai berikut:

1. Investasi ke bank-bank umum syariah, seperti Bank Muamalat dan Bank Mandiri 

2. Investasi ke bank umum yang memiliki cabang syariah, seperti BNI Syariah,  BRI  Syariah,  BII  Syariah,  Danamon  Syariah, Bukopin Syariah dan sebagainya.

3. Investasi ke Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) dan Baitul Mal wat Tamwil (BMT).

4. Investasi  langsung  ke  perusahaan-perusahaan  yang  tidak  menjual barang- barang haram atau maksiat dengan sistem mudharabah, wakalah, wadiah dan sebagainya.

5. Investasi  ke  lembaga  keuangan  syariah  lainnya,  seperti  Reksadana

Pengelolaan Premi Asuransi Syariah Berbasis Investasi

Mekanisme pengelolaan dana peserta (premi) terbagi menjadi dua sistem, yaitu sistem pada produk saving (tabungan) dan sistem pada produk non saving (tidak ada tabungan).

1. Ditinjau dari Unsur Tabungan

Kumpulan dana peserta ini akan diinvestasikan sesuai dengan syariah Islam. Tiap keuntungan dari hasil investasi, setelah dikurangi dengan beban asuransi (klaim dan premi asuransi) akan dibagi menurut kesepakatan. Persentase pembagian  bagi  hasil  dibuat   dalam  suatu  perbandingan  tetap  berdasarkan perjanjian kerja sama antara perusahaan dengan perserta.

2. Tidak Mengandung Unsur Tabungan

Setiap premi yang dibayar oleh peserta, akan dimasukkan dalam rekening tabarru perusahaan, yaitu kumpulan dana yang diniatkan oleh peserta sebagai iuran kebajikan untuk tujuan saling tolong-menolong dan saling membantu, Kumpulan dana peserta ini akan diinvestasikan sesuai dengan syariah Islam.  Tiap  keuntungan  dari  hasil  investasi,  setelah  dikurangi dengan  beban asuransi (klaim dan premi reasuransi), akan dibagi antara peserta dan perusahaan.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun