Bahkan deretan bangunan nan sepuh di wilayah kampung tua tiga etnis utama di Singapura dijadikan destinasi wisata yang selalu dibanjiri oleh wisatawan seperti Chinatown (Chinese), Kampong Glam (Melayu), dan Little India (India/Tamil).
Warisan bangunan tua tidak hanya dijaga, tetapi juga senantiasa dirawat bahkan dipercantik dengan tidak mengubah bentuk aslinya.
Pelestarian bangunan tua menjadi salah satu daya tarik negeri ini. Wisatawan tidak hanya disuguhkan deretan gedung-gedung yang menjulang tetapi juga dibawa ke masa lalu melalui deretan bangunan tua dengan ragam arsitektur kuno nan ciamik.
Tidak jarang wisatawan menjadikannya sebagai objek foto. Aneka corak bangunan yang instragamble menjadi latar yang menarik untuk berswafoto ria.
7. Peraturan yang ketat dan tegas
Singapura dikenal sebagai negara dengan peraturan paling ketat dan tegas di dunia. Segala tindakan yang mengotori negara ini ada konsukensinya. Tidak main-main, bagi yang melakukan pelanggaran akan ditindak tegas meski pelanggaran ringan sekalipun.
Memang mengatur negara kecil setara Pulau Kundur di seberangnya ini jauh lebih mudah. Tetapi bukan berarti tidak bisa diterapkan di negara kepulauan seluas Indonesia.
Tidak mesti skala sebesar Indonesia. Setingkat provinsi atau kabupaten pun bisa menerapkannya. Terutama kota-kota di Indonesia yang berjiran dekat dengan negara mini ini seperti Batam, Tanjungpinang, Kundur, Karimun, dan Bintan.
8. Kreatif
Kreatifitas adalah salah satu kekuatan Singapura hingga tetap survive hingga saat ini. Negara kecil ini tidak memiliki Sumber Daya Alam (SDA) sebagaimana Indonesia yang terkenal kaya raya dengan SDA-nya.
Keterbatasan seringkali mendatangkan kreatifitas. Ketiadaan SDA tidak menjadi penghalang untuk membuat negara ini terus bergerak maju. Ketersediaan SDM yang kreatif mampu membuat Singapura berjaya pada sektor jasa.