Mohon tunggu...
Ewaldo Christian
Ewaldo Christian Mohon Tunggu... Freelancer - “There is only one way to avoid criticism: do nothing, say nothing, and be nothing.” – Aristotle

"Access to computers and the Internet has become a basic need for education in our society" -Kent Conrad

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Introvert dan Ekstrovert, Sudah Tahu?

30 Mei 2019   10:31 Diperbarui: 30 Mei 2019   11:25 323
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cover YouTube dari Body Hub | The 4 Major Differences Between Introvert and Extrovert

Hai readers! Kali ini saya akan membahas apa itu Introvert dan Extrovert. Mungkin beberapa dari kita lebih memilih baring atau nyantai dirumah dalam berlibur sementara yang lainnya lebih ingin menjadi pusat perhatian bagi semua orang. Dalam perspektif science manakah yang lebih baik? Introvert atau Extrovert?

Asal mula Introvert dan Extrovert

Cover YouTube dari Body Hub | The 4 Major Differences Between Introvert and Extrovert
Cover YouTube dari Body Hub | The 4 Major Differences Between Introvert and Extrovert

Sebelum itu, saya akan menyingkat Introvert dan Extrovert yang menjadi I/E

Pada tahun 1920, seorang pyschologist terkenal Carl Jung menciptakan sebuah istilah baru yakni "Introvert" dan "Extrovert" dalam karyanya tahun 1920-an, Psychologist Typen. Dalam modelnya, perbedaan kepribadian berasal dari energy. Dimana orang Extrovert merasa semangat ketika bersosialisasi daripada seorang Introvert yang lebih ketimbang terbebani. Yang berarti seorang Introvert lebih suka sendiri ketimbang Extrovert yang lebih suka bersosialisasi

Gairah Kortikal (Kecepatan dan Jumlah aktifitas dalam otak)

Beberapa dekade yang lalu, seorang pyschologist German Hans Eysenck memiliki basis teori tentang I/E. Menurut teori Hans Eysenck, tingkah laku seorang Introvert dan Extrovert dikarenakan oleh gairah kortikal. Dibanding dengan Extrovert, Introvert tentu saja memiliki gairah kortikal yang sangat tinggi, dan lebih banyak memproses informasi per detiknya.

Ini berarti, pada dasarnya. apabila kita menaruh Introverts di lingkungan dengan banyak rangsangan, seperti restoran yang ramai, mereka akan cepat kewalahan dan terbebani. Sebaliknya, Extrovert yang memiliki rangsangan yang minimal, mereka lebih mencari lingkungan yang sangat menstimulasi agar menambah gairah mereka

Kembali pada tahun 1999, ilmuwan mengukur aliran darah otak dari Introvert dan Extrovert dengan positron emission tomography (PET). Mereka nemeukan bahwa Introvert memiliki lebih banyak aliran darah pada lobus frontal dan thalamus anterior - dimana pada daerah otak ini terlibat dengan mengingat peristiwa, membuat rencana, dan menyelesaikan masalah. Extrovert, memiliki aliran darah lebih banyak pada dibagian daerah otak yang terlibat dengan tafsiran sensorik data, termasuk anterior cingulate gyrus, lobus temporal dan thalaus posterior. 

Seperti yang dipercaya oleh Jung, bahwa perhatian sebuah Extrovert lebih fokus diluar dan perhatian Introvert lebih fokus didalam.

Penelitian juga mengatakan bahwa aktifitas neuronal pada otak Introvert lebih tinggi daripada Extrovert terkait dengan learning, motor control, vigilance control dan korteks premotor mereka memproses rangsangan eksternal lebih cepat.

Mana yang lebih baik? Introvert atau Extrovert?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun