Setelah itu, Pak Arko pun menyuruh siswa masuk ke kelas dan berdiskusi. Di kelas 10 A siswa-siswi pun berdiskusi.....
“Oke teman-teman, sekarang kita akan memilih seksi-seksi untuk proyek p5 kita, dan menentukan jalan cerita dan apa yang akan kita tampilkan dari pulau Sumatera,“kata Rymalla yang menjadi ketua saat itu.
Seksi-seksi pun ditentukan, dari penampil, sutradara, stage manager dll. Jalan cerita dimulai dari drama, dimana ada siswa yang ingin mempelajari budaya Sumatera, setelah sampai di Sumatera, dia pun disambut dengan tarian Saman, dia pun diajak oleh anak-anak sekitar bermain permainan khas Sumatera, memakan Rendang, dan ikut menyaksikan dan melakukan tarian Tor-tor.
Keesokan harinya pun mereka mulai latihan, semangat mereka seperti api yang membara, karena mengingat proyek mereka yang penting. Penampilan tarian Saman berlatih, penampil tarian Tor-tor pun mulai berlatih, seksi perkap melakukan rapat untuk menentukan barang yang dibutuhkan.
Mereka berlatih setiap hari Kamis dan Jumat. Mereka berlatih sangat tekun, bahkan saat selesai latihan mereka menyempatkan waktu mereka untuk rapat. Tidak terasa bulan Desember pun tiba. Saat mereka selesai berlatih, Pak Ncus memanggil semua anak untuk berkumpul untuk evaluasi.
“Oke jadi teman-teman, kita berkumpul disini untuk evaluasi, silahkan ketua yang ingin menyampaikan pendapatnya, dimulai dari Maureen,” Kata Pak Ncus.
“Teman-teman, kalian kalo latihan yang serius dong, Ano, Valen, sama Alan dari tadi pergi-pergi mulu dipanggil ga langsung datang, apalagi Filius sama Bintang dari tadi ketawa terus pas latihan,“ kata Maureen sambil menghela nafasnya.
“Iya kita salah, tapi gausah pake mukul segala,” kata Ano dengan nada yang tinggi.
“Siapa yang dipukul?” Tanya Pak Ncus.
“Valen pak,“kata Ano.
“Jadi gini pak, tadi pas kumpul latihan kita udah cape-cape manggil mereka pak, tapi mereka ga langsung datang, malah kabur, jadi saya pukul Valen pak, tapi cuma pelan doang,“ Maureen menjelaskan.