Mohon tunggu...
ETHAN CHANDLER SINAGA
ETHAN CHANDLER SINAGA Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Sekolah

Basket

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Karena Persatuan

28 Januari 2024   20:03 Diperbarui: 31 Januari 2024   10:45 217
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

    Setelah itu, Pak Arko pun menyuruh siswa masuk ke kelas dan berdiskusi. Di kelas 10 A siswa-siswi pun berdiskusi.....

 “Oke teman-teman, sekarang kita akan memilih seksi-seksi untuk proyek p5 kita, dan menentukan jalan cerita dan apa yang akan kita tampilkan dari pulau Sumatera,“kata Rymalla yang menjadi ketua saat itu.

      Seksi-seksi pun ditentukan, dari penampil, sutradara, stage manager dll. Jalan cerita dimulai dari drama, dimana ada siswa yang ingin mempelajari budaya Sumatera, setelah sampai di Sumatera, dia pun disambut dengan tarian Saman, dia pun diajak oleh anak-anak sekitar bermain permainan khas Sumatera, memakan Rendang, dan ikut menyaksikan dan melakukan tarian Tor-tor.

     Keesokan harinya pun mereka mulai latihan, semangat mereka seperti api yang membara, karena mengingat proyek mereka yang penting. Penampilan tarian Saman berlatih, penampil tarian Tor-tor pun mulai berlatih, seksi perkap melakukan rapat untuk menentukan barang yang dibutuhkan.

     Mereka berlatih setiap hari Kamis dan Jumat. Mereka berlatih sangat tekun, bahkan saat selesai latihan mereka menyempatkan waktu mereka untuk rapat. Tidak terasa bulan Desember pun tiba. Saat mereka selesai berlatih, Pak Ncus memanggil semua anak untuk berkumpul untuk evaluasi.

“Oke jadi teman-teman, kita berkumpul disini untuk evaluasi, silahkan ketua yang ingin menyampaikan pendapatnya, dimulai dari Maureen,” Kata Pak Ncus. 

 “Teman-teman, kalian kalo latihan yang serius dong, Ano, Valen, sama Alan dari tadi pergi-pergi mulu dipanggil ga langsung datang, apalagi Filius sama Bintang dari tadi ketawa terus pas latihan,“ kata Maureen sambil menghela nafasnya.

 “Iya kita salah, tapi gausah pake mukul segala,” kata Ano dengan nada yang tinggi.

“Siapa yang dipukul?” Tanya Pak Ncus.

               “Valen pak,“kata Ano. 

 “Jadi gini pak, tadi pas kumpul latihan kita udah cape-cape manggil mereka pak, tapi mereka ga langsung datang, malah kabur, jadi saya pukul Valen pak, tapi cuma pelan doang,“ Maureen menjelaskan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun