Kasih.... Percayalah.... Bila aku harus membunuhmu Itu hanya karna rasa cinta Cinta yang teramat dalam padamu Sedalam ku tancapkan samuraiku Karena rasa ingin memilikimu secara utuh tanpa ada yang lain Bila pedangku memburaikan ususmu Hanyalah sebagai simbol cintaku yang merah bagai darah Atau bila kapakku membelah batok kepalamu Hanya sebagai tanda penunjukkan kecerdasanmu Lalu jika samuraiku harus memotong tanganmu Karena ku hanya ingin terus menggenggam tanganmu Dan bila jantungmu harus ku koyak dengan tanganku Hanya karna ku ingin miliki hidupmu Jika hatimu harus ku hunus dengan pisauku Mengertilah..... Tentu yang ku ingin sebenarnya hanya hatimu Namun saat ini Baru biji matamu yang berhasil ku congkel Untuk ku abadikan mata indahmu Agar aku dapat selalu memandangmu Dan bibir merahmu yang ku sobek-sobek Karena ku ingin selalu merasakan kecupan kasih sayangmu sebelum ku tertidur Serta daun telingamu yang baru selesai ku sayat-sayat dengan mata siletku Sembari menatapmu dengan sayu.... Kan ku bisikkan dengan anggun... aku sayang kamu.... Dedicated to Cipta Rakhmatsyah Septian
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H