Belakangan ini, pemilik media dengan fokus berita tampak "bermain-main" pada platform media sosial dan atau jejaring sosial. Pada artikel kali ini, Penulis akan memaparkan mengapa pemilik media memilih platform media atau jejaring sosial sebagai tempat bermain mereka yang baru, khususnya pada jejaring sosial Twitter.
Pembahasan mengenai pemilik media dan media sosial akan diawali dari penjelasan mengenai
internet.
Internet adalah sistem informasi global dengan basis komputer. Internet meruntuhkan tembok yang membatasi ruang dan waktu dalam perputaran informasi. Di Indonesia, internet muncul pada tahun 1995, dan pada tahun 1998 pengguna internet mencapai 600 ribu jiwa yang kemudian meningkat menjadi 12 juta di tahun 2004 (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, 2012). Seiring dengan pesatnya perkembangan internet, lahirlah layanan media sosial di tengah lautan internet, yang menjadi faktor berubahnya cara pemerolehan informasi dan proses interaksi khalayak.
Menurut Kaplan dan Haenlein dalam Users of the world, Unite! The Challenges and Opportunities of Social Media, media sosial adalah sekelompok aplikasi berbasis internet dengan teknologi web 2.0 yang memungkinkan hadirnya User Generated Content (UGC).
User Generated Content sendiri apabila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia memiliki arti konten yang dihasilkan oleh pengguna atau khalayak. Praktek User Generated Content membuat internet tidak lagi menjadi lapangan monopoli bagi pihak yang berkepentingan,
namun seluruh pengguna internet memiliki hak yang sama untuk membagikan informasi
(Solomon, 2011).
Setelah media sosial, muncul pula jejaring sosial. Jejaring sosial adalah situs yang mampu menghubungkan para pengguna internet dalam jangkauan global.
Twitter merupakan salah satu jejaring sosial di dunia. Twitter pertama kali muncul pada tahun 2006 dan di tahun 2018 Twitter menduduki posisi ke empat sebagai jejaring sosial yang paling sering diakses oleh masyarakat Indonesia (tekno.kompas.com).
Dilansir dari situs CNN Indonesia dalam artikel "Bukan Lagi Media Sosial, Kini Twitter Jadi Aplikasi Berita," Twitter memilih fokus untuk menyuguhkan konten dengan sifat live dan breaking bagi penggunanya. Bahkan Twitter mengubah kategori dirinya pada layanan toko aplikasi mobile menjadi aplikasi berita.