Kondisi mulai agak fit, saya langsung segera mengambil laptop dan segera membuat surat pimpinan sesuai perihal dan maksud surat yang dikehendaki atasan.Â
Mengingat surat ini membutuhkan data yang akurat maka dibutuhkan waktu yang agak lama karena saya harus menghitung dengan teliti setiap angka-angka yang dicantumkan di dalam surat dan lampirannya.
Akhirnya, surat ini pun selesai, saya langsung menghubungi atasan saya dan ternyata atasan saya sudah berangkat dan meminta saya " bagaimana caranya surat itu harus sudah saya terima besok pagi di Medan sebelum berangkat ke Jakarta ". Saya menjawab " Siap Pak ".Â
Tidak ada waktu berpikir panjang, maka saya memutuskan segera berangkat malam itu ke Medan. Akhirnya, saya bertemu dengan atasan saya di Medan walaupun kondisi agak lemas karena kurang tidur dan sakit diare, saya menyampaikan surat itu dengan perasaan yang lega.
Itulah pengalaman saya, pada saat momen yang tidak tepat yaitu pada saat saya akan beribadah ke Gereja dan saat kondisi badan kurang sehat karena sakit diare, saya mendapat perintah dari atasan untuk dilaksanakan.
Melaksanakan perintah atasan atau menolak perintah atasan adalah hak masing-masing pribadi bawahan, kalau kita selalu melaksanakan perintah tanpa pernah menolak berarti kita bawahan yang setia dalam melaksanakan tugas dan dapat dihandalkan.Â
Tapi bila kita lebih sering menolak perintah tanpa ada suatu alasan yang logis, berarti kita tidak setia dalam melaksanakan tugas. Kondisi ini bisa menjadi salah satu parameter dalam penilaian kinerja anda sebagai pegawai. Anda memilih yang mana ?
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H