1. Easy Child : anak yang mempunyai suasana hati yang positif. Cenderung gampang beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Ia juga bisa menunjukkan dengan baik tentang perasaannya.Â
2. Difficult Child : tipe anak yang sering kali bereaksi dengan negatif tentang suatu hal. Terbilang lambat menerima perubahan dan amarahnya sering meledak bila suasana hatinya sedang tidak tenang.Â
3. Slow To Warm Up Child : mempunyai tingkat aktifitas yang rendah serta suasana hati yang negatif. Sering disebut sebagai anak yang pemalu karena ia sering merasa tidak nyaman dengan hal yang terbilang baru bagi dirinya. Ia cenderung lambat untuk beradaptasi.Â
Klasifikasi tersebut tidak bisa menjadi tolak ukur mana anak yang memiliki prilaku baik dan mana yang tidak. Karena setiap anak memiliki jenis temprament yang berbeda. Misalnya, bukan berarti anak yang termasuk difficult child lebih buruk dari yang memiliki tipe easy child. Setiap temprament mempunyai cara sendiri buat beradaptasi dan belajar.Â
Pentingnya memahami temprament anak. Temprament anak harus dikenali orangtua sejak dini. Mengenali temprament pada anak juga bisa membantu orangtua dalam mengarahkan anak di masa yang akan mendatang. Nah dengan mengamati perilaku tersebut, orangtua juga dapat membantu anak buat beradaptasi dan mekadikan ia lebih percaya diri. Tujuan utama bukan merubah temprament pada anak. Namun, malah agar kita sebagai orangtua bisa membantu anak memanfaatkan temprament yang dimilikinya.Â
Manfaat mempelajari temprament pada anak :
1. Paham perbedaan dan keunikan setiap anak
2. Dapat paham bagaimana cara anak bereaksi terhadap sesuatu hal dan seperti apa cara ia memandang lingkungan sekitarnya. Dengan begitu, orangtua juga bisa memahami keunggulan anak dan bagaimana memaksimalkan kelebihan yang dimiliki oleh anak
3. Orangtua jadi tidak langsung menyalahkan diri sendiri atas perilakunya.Â
4. Menyesuaikan jenis pola asuh yang cocok dengan tipe temprament anak
5. Membantu anak untuk mengekspresikan diri seperti keinginan dan perasaannya dengan baik