Semua orang pernah terkena yang namanya flu, tapi pernahkan mendengar mengenai penyakit Flu Singapura? Apa itu Flu Singapura? Dari mana asalnya? Bagaimana gejala dan cara penanganannya? Dan siapa saja yang bisa terjangkit penyakit ini?
Flu Singapura adalah sebuah penyakit yang kerap menyerang anak - anak dengan umur dibawah 10 tahun. Biasanya penyakit ini ditandai dengan datangnya demam, dan muncul banyak ruam di tangan, kaki, dan mulut. Maka dari itu, penyakit ini biasa disebut dengan Hand, Foot, and Mouth Disease (HMFD) atau penyakit tangan, kaki, dan mulut.
Penyakit Flu Singapura ini disebabkan oleh infeksi Coxsackievirus A16 dan Coxsackievirus A6, yang dilansir dari Alodokter, kedua jenis virus itu termasuk kelompok Enterovirus, yaitu jenis virus yang mempengaruhi saluran pencernaan dan menyebabkan gejala seperti demam dan muntah. Virus ini memiliki masa inkubasi sebelum akhirnya mengeluarkan gejala seperti demam dan ruam, masa inkubasi virus ini selama 3 -- 7 hari setelah virus ini masuk ke dalam tubuh.
Saat mengidap penyakit Flu Singapura ini, gejala yang akan timbul nantinya seperti demam, sakit tenggorokan, munculnya sariawan di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi, lalu munculnya ruam dan luka lepuhan di area telapak tangan - kaki, siku - lutut, dan sekitar mulut. Penderita akan merasa lemas, tidak nafsu makan dan merasa akan haus terus-menerus. Untuk penderita bayi atau balita, biasanya akan sering rewel dan mudah marah, karena merasa tidak nyaman dengan rasa sakitnya.
Meskipun flu ini kerap menyerang anak dibawah 10 tahun, ada kemungkin jika orang dewasa bisa terjangkit penyakit ini, walaupun kemungkinannya kecil. Orang dewasa yang bisa terjangkit adalah orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah, sehingga akan lebih mudah bagi virus masuk dan menyebar.
Apa yang harus dilakukan jika ada yang merasa tubuhnya memunculkan gejala seperti gejala Flu Singapura, segeralah untuk dibawa periksa ke dokter agar mendapat penanganan lebih lanjut. Biasanya dari dokter akan menyuruh penderita untuk beristirahat total dan akan diberi antobiotik, obat pereda demam, dan salep untuk ruam dan luka lepuhan. Penyakit ini biasanya tergolong penyakit ringan, penderita yang terinfeksi bisa sembuh dalam waktu 7 sampai 10 hari. Namun bisa juga mengalami komplikasi walaupun hal tersebut jarang terjadi.
Komplikasi-komplikasi yang muncul saat terkena penyakit Flu Singapura, diantara lain ada dehidrasi, biasanya diakibatkan oleh sariawan yang diderita penderita. Ensefalitis atau radang otak, yaitu peradangan pada jaringan otak yang dapat menyebabkan gejala gangguan saraf, Meningitis adalah peradangan pada selaput otak, Miokarditis adalah peradangan otot jantung, dan paralisis atau kelumpuhan.
Penyakit Flu Singapura ini merupakan penyakit menular, penyakit ini bisa menyebar melalui kontak fisik dengan penderita maupun barang-barang yang dipegang oleh orang dengan penderita penyakit Flu Singapura.Â
Karena virus penyebab penyakit Flu Singapura ini hidup di cairan yang ada di tubuh, seperti ingus, air liur, urin, tinja dan cairan dari kulit yang melepuh. Jadi saat merawat penderita yang terkena penyakit ini, jagalah kebersihan dengan se-sering mungkin mencuci tangan sebelum maupun setelah berinteraksi, dan lakukan kontak seminim mungkin dengan penderita.
Dilansir dari Idntimes, Vaksin untuk penyakit Flu Singapura sendiri belum tersedia dan masih diteliti oleh ahli, namun bisa mengambil langkah-langkah untuk menurunkan risiko terkena penyakit ini, yaitu dengan menjaga gaya hidup higenis, makan makanan yang matang, disinfeksi toilet dan benda-benda yang berada dalam jangkauan anak.
Lalu darimanakah Flu Singapura ini berasal? Apakah Flu ini berasal dari Singapura, sesuai dengan namanya yaitu Flu Singapura?
Jawabannya dilansir dari Detik health, menurut Prof dr Edi Hartoyo, SpA (K) sebenarnya Flu ini bukan berasal dari Negara Singapura, melainkan berasal dari Kota Toronto, Kanada. Virus ini ditemukan dan dikenal pada tahun 1957 di Toronto, yang kemudian virus ini menyebar dan merebak di Singapura pada tahun 2000 dan tahun 2006.
"Pertama kali dikenal pada tahun 1957 sedangkan pada kasus yang merebak di Singapura itu tahun 2000 dan 2006, artinya dulu sebenarnya dari Toronto," ungkap Prof Edi di laman DetikHealth..
Jadi nama Flu Singapura itu bukan karena virus tersebut muncul di Singapura, namun virus itu menyebar dan merebak secara besar-besaran di Singapura hingga ke negara-negara sekitar Singapura.
Apapun gejalanya dan apapun penyakitnya tetaplah untuk selalu menjaga kebersihan agar terhindar dari berbagai penyakit. Selalu ingat jika sakit itu murah, tapi jangan karena murah bisa bersikap tidak acuh dengan kesehatan. Sehat itu mahal.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H