Puisi : Edy Priyatna
Akhirnya setelah aku kembali
saat matahari mulai tinggi
pasti hatiku akan gugup tak keruan
karena uangku sudah tak ada lagi
hanya sebentar saja
kemudian terang kembali
menghamburkan lahar matang
memporakporandakan kehidupan alam
membuat udara pengap
menurut anak buah orang di sini
terjadi selama bebarapa hari
kini keesokan harinya
jiwaku mesti telah dijual
terlulis dengan kegosongan
hitamnya dimasukkan ke dalam gelas
Roman wajah terlihat tak jelas
terlihat wajah nan sendu
tersaruk di belantara ragu
dengan langkah terus ke depan
membuat ku termenung
menanti sebuah susunan kata
sambil mereguk minuman rotan
guna melepas dahaga sesaat
ekormu berada di ujung samudera
berputar membawa suhu panas
membuyarkan awan hitam
tak dapat membentuk hujan
ada perubahan pergantian
kadang mendadak langit menjadi gelap
hujan gerimis jatuh kencang
Â
(Pondok Petir, 24 April 2018)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI