Mohon tunggu...
Enny Ratnawati A.
Enny Ratnawati A. Mohon Tunggu... Lainnya - Menulis untuk meninggalkan jejak kebaikan dan menghilangkan keresahan

Enny Ratnawati A. -- Suka menulis --- Tulisan lain juga ada di https://www.ennyratnawati.com/ --- Contact me : ennyra23@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Menjaga Hubungan Harmonis dengan Tetangga, Seperti Apa?

2 September 2022   20:16 Diperbarui: 2 September 2022   20:18 767
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
foto : intisari online

Kata orang, mempunyai tetangga yang baik adalah salah satu surga dunia juga ! Bagaimana tidak, dikala jauh dari sanak saudara, tetanggalah orang terdekat kita. Tapi,bagaimana kalau sebaliknya?

Pernah suatu masa kami memiliki tetangga yang tergolong baik. Bila ada kesulitan dan mereka bisa membantu, pastilah membantu. Salah satu hal sederhana adalah minta bantuin memasangkan gas melon 3 kg yang gagal terus dan suami tak ada di rumah.

Pernah juga terpaksa menitipkan bayi karena asisten rumah tangga mendadak berhenti dan saya-nya harus tetap kerja. Untunglah ini cuma sehari dua hari saja..

Kebaikan mereka bertambah lengkap karena sang istri pintar memasak dan sangat suka memasak apa saja. Tentulah sebagai tetangga, kami seringkali termasuk orang pertama yang ikut juga mencicipi masakan ibu ini. Sangat menyenangkan kalau diingat-ingat.

Sayangnya kami bertetangga hanya sekitar lima tahun karena keluarga ini kemudian menemukan dan membeli rumah yang lebih besar dan merekapun pindah.

Menemukan tetangga yang enak dan klik memang menyenangkan. Apalagi ketika membeli rumah kadang kala kita tak bisa memprediksi akan bertetangga dengan siapa.

Seorang teman misalnya, menemukan "keapesan" selama bertahun-tahun ini karena menurutnya tetangganya sangat aneh.

Jadi tetangga tersebut membangun kolam ikan dan nempel pada tembok yang dibangun teman saya. Sayangnya rembesan air kolam ikan tersebut mengganggu rumah teman tersebut. Belum lagi urusan pembuangan air limbah yang juga masuk ke rumah teman.

Tentu sudah dibicarakan baik-baik,tapi gagal. Kemudian sudah lapor RT,RW dan kelurahan buat di mediasi tapi hingga kini belum menemukan solusi terbaik. Sampai akhirnya teman saya bikin status di media sosialnya karena sudah bertahun-tahun menemui jalan buntu.

Mungkin bila masalahnya sudah terlalu rumit , memang tak ada jalan lain selain pindah rumah kan?

Tetangga Saling Menyangga

Benarlah rupanya tagline podcast-nya Daniel Mananta, tetangga harus saling menyangga bukan menyanggah.

Nyatanya memang repot banget kalau punya tetangga yang tak kompak apalagi saling sebar kebencian.

Adab bertetangga, menurut agama yang saya anut juga sangat utama. Bahkan rasulullah banyak sekali mencontohkan akhlak bertetangga, bahkan dengan yang berbeda keyakinan sekalipun.

Paling tidak ada beberapa hal yang harus menjadi catatan agar kehidupan bertetangga tetap nyaman.

Upayakan ramah dengan tetangga

Mungkin kita bukan orang yang paling sekali berbasa-basi. Tapi minimal bisa bersikap ramah. Jangan sampai misalnya menuju ke mesjid tapi mengetahui tetangga ada di halamannya tapi sengaja tak  menegur. Minimal tersenyum dan memberi kesan yang baik.

Sigap menolong bila tetangga kesusahan

Tahu tetangga sakit bahkan baru pulang dari rumah sakit tapi enggan menengok? Wah banyak banget yang seperti ini. Idealnya, kita sebaiknya berbuat baik denagn tetangga dan sigap menolong bila ada yang tertimpa kesusahan. Hal-hal sederhana saja, misalnya menengok atau mengirimkan makanan untuk tetangga yang sakit tadi. 

Jangan membuat masalah

Misalnya sengaja buang sampah di bak sampah tetangga atau meletakkan pot bunga di jalan dengan niat menutup akses jalan. Wah banyak sekali hal-hal sepele yang merugikan tetangga. Sebaikya ini tak dilakukan juga. Pikirkan apabila kita berada di kondisi tetangga, apakah juga akan merasa susah karena jalan tertutup atau bak sampah tiba-tiba penuh dengan sampah orang lain.

Jangan saling menggosip dan mengobrol yang tak penting

Ini biasa terjadi. Ada geng-gengan antar tetangga atau saling membicarakan tetangga lain. Sebaiknya batasi terlalu lama mengobrol dengan tetangga. Seperlunya saja dan upayakan tak membicarakan tetangga lainnya.

Saling berbagi   

Berbagi makanan ,buah atau sekedar oleh-oleh bila pulang kampung misalnya tentu merekatkan hubungan bertetangga. Upayakan saling berbagi dan mengasihi dengan tetangga.

Yah, pada akhirnya, segala kebaikan akan kembali dengan kebaikan juga. Demikian juga dengan berbagai keburukan. Semoga kita mampu konsisten menjaga hubungan baik dengan siapa saja termasuk dengan tetangga.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun