Kreatif, inilah sebutan yang tepat untuk siswa siswi MTsN 2 Blitar ini. Mereka punya cara yang luar biasa untuk menghilangkan kejenuhan para guru dan orang tua yang sedang mengantar dan menunggu putra putrinya yang sedang mengikuti perlombaan sains, olah raga dan seni.
Ketika madrasahnya sedang ada kegiatan berbagai perlombaan yang diikuti oleh siswa-siswi dari sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah se-Blitar Raya, kesempatan ini dimanfaatkan oleh anak-anak cerdas ini untuk mempromosikan buku-buku yang ada di perpustakaan. Begitu memperoleh informasi tentang kegiatan lomba se-Blitar Raya, mereka merapatkan kegiatan apa saja yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan membaca. Musyawarah mereka cukup dilakukan di grup whatsapp agar tidak menganggu kegiatan pembelajaran.
Cara yang dilakukanya juga cukup menarik, selain tetap membuka perpustakaan, mereka juga menggelar taman baca di teras-teras kelas dan menjemput pembaca dengan berkeliling mengedarkan buku bacaan dengan keranjang ke seluruh halaman, kantin, gazebo dan kelas-kelas.
Seperti layaknya penjual kue, mereka menjajakan buku-buku bacaan perpustakaan ini ke siswa dan semua tamu yang sedang menunggu putra-putri atau anak didiknya. Ternyata sambutan tamu dari guru-guru SD dan MI ini cukup antusias, setiap tawaran buku dilihat dan dibacanya. Meski kadang hanya sebentar.
Para remaja yang menyebut dirinya "Sobat Pustaka" ini adalah tim penggiat literasi MTsN 2 Blitar. Selain mengikuti pembelajaran, tugas tambahannya adalah menggiatkan kebiasaan membaca di kelasnya. Target mereka minimal dalam seminggu bisa mengajak satu teman untuk aktif berkunjung dan membaca di perpustakaan.
Tim ini merupakan perwakilan dari masing-masing kelas dan beberapa siswa yang benar-benar berminat menjadi anggota Sobat Pustaka. Syarat untuk menjadi anggota cukup mudah yaitu senang membaca dan siap menjadi duta baca di kelasnya. Karena selain disediakan perpustakaan umum, di masing-masing kelas juga ada pojok baca. Buku-buku yang tersedia di perpustakaan kelas ini adalah buku-buku dari siswa. Jumlah buku yang tersedia minimal sejumlah siswa.
Tugas utama para anggota Sobat Pustaka ini adalah menghidupkan minat baca di kelasnya. Selain itu juga melaporkan perkembangan pojok baca ke kepala perpustakaan madrasah untuk segera ditindaklanjuti bila ada permasalahan.
"Saya merasa bahagia dan puas, melihat bapak-bapak dan ibu-ibu yang saya tawari buku bacaan merasa terhibur, saya juga ikut bahagia. Harapan saya semoga buku-buku yang mereka baca bermanfaat."
Respon positif juga disampaikan oleh bu Novi dari MI Al Falah, "Lumayan, dengan buku bacaan ini bisa mengusir kejenuhan, apalagi gratis, jadi waktu menunggu  serasa berlalu dengan cepat."
Sebagai guru dan orang kita patut mengapresiasi positif kegiatan mereka ini. Hal ini juga untuk menepis informasi tentang hasil penelitian tentang literasi anak-anak di Indonesia.
Seperti di beritakan detiknews bahwa hasil penelitian Program for International Student Assessment (PISA) rilisan Organisation for Economic Co-Operation and Develompent (OECD) tahun 2015