Hari guru diperingati 2 kali. Yang pertama tanggal 5 Oktober Hari Guru Internasional dan 25 November Hari Guru Nasional. Pesan bu Eni untuk seluruh siswa, sepulang sekolah cium tangan orang tua, dan meminta maaf atas semua kesalahan. Karena orang tua merupakan guru pertama dan utama.Â
Sesuai dengan tema yaitu bergerak bersama rayakan merdeka belajar. Mari, sebagai guru kita terus belajar sepanjang hayat, dan selalu bahagia dalam mengajar. Guru bergerak, Indonesia maju.
Selesai amanah pembina apel kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Hymne Guru dan Insan Pendidikan secara bersama-sama. Dan ditutup dengan doa.
Acara dilanjutkan dengan persembahan dari anak-anak. Tampilan pertama dari siswa TK PKK II. Mereka bersama-sama menyanyikan lagi Pendekar Santri ciptaan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Hasbullah, S. Pd, M. Pd. Sambil menunggu siswa SD mempersiapkan diri, bu Eni membacakan puisi dengan judul Aku, Guru dan Masa Depanku.Â
Puisi tersebut Bu Eni  tujukan untuk guru-guru yang telah memberikan ilmu untuk Bu Eni terutama kedua orang tua. Kita tidak bisa menjadi seperti sekarang ini tanpa jasa dari guru-guru semua.
Dilanjutkan dengan tampilan dari kelas II yang membacakan puisi yang dibacakan ananda Afifah. Â Kelas I menyanyi bersama-sama dan kembali lagu Pendekar Santri berkumandang. Kelas III menampilkan puisi dibawakan oleh ananda Aini.Â
Kelas 4 menampilkan 3 tampilan yang puisi pertama yang dibawakan oleh ananda Fifi puisi kedua dibawakan ananda Aziz. Dan kemudian mereka tampil bersama-sama menari.Â
Di tengah kegiatan menari mereka memberikan cinderamata untuk semua guru. Kelas V menampilkan tari dan kelas VI membacakan puisi dibawakan ananda Ceril.
Bu Dewi Retnowati selaku kepala sekolah TK PKK II merasa terharu dengan kegiatan ini. Mereka berani tampil tanpa malu-malu. Tampilannya sangat berkesan sekali, sehingga tidak terasa air mata menetes. Bu Dewi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh siswa TK PKK II beserta paguyupan.